Friday, 16 August 2013

The Call




The Call
------------

Di Indonesia bila seseorang membutuhkan pertolongan polisi maka tidak ada saluran telepon khusus yang secara terpadu menanganinya. Yang ada hanya fasilitas yang menghubungkan ke kantor polisi terdekat yaitu nomor telpon 112. Yang menerimapun umumnya petugas polisi yang sedang piket jaga. Berbeda halnya di Amerika, nomor telpon 911 adalah merupakan layanan terpadu yang ditangani oleh bagian khusus di kepolisian yang mempunyai data base lengkap dari penduduk, mengetahui lokasi penelpon sekaligus alamatnya, peta online, bisa menghubungi patroli polisi secara langsung atau rumah sakit dll. Jadi jangan kaget bila di depan personil call center terdapat enam layar monitor sekaligus.

Jordan (Halle Berry) bekerja sebagai petugas call center di kepolisian yang menangani panggilan darurat 911. Suatu hari menangani telpon dari seorang remaja putri Leah yang melaporkan ada seseorang yang masuk ke rumahnya. Jordan membantu dan membimbing Leah untuk melakukan hal-hal yang disuruhnya yaitu membuka jendela dan melemparkan sandal diluar agar dikira Leah sudah kabur padahal masih sembunyi dibawah ranjang. Hal itu sempat mengecoh orang tersebut dan hendak mengejar Leah keluar rumah. Sayangnya sambungan telpon Leah terputus dan Jordan menelpon balik ke Leah. Tentu saja hal ini merupakan sebuah kesalahan dari Jordan karena orang tersebut mendengar suara dering telpon Leah dan tertangkaplah.

Selanjutnya di televisi dikabarkan penemuan mayat Leah. Jordan merasa bersalah dan mengalami trauma akan kesalahannya itu padahal seharusnya Leah sudah selamat bila tidak ditelpon balik. Terpukul atas peristiwa itu akhirnya Jordan berpindah haluan menjadi seorang guru atau instruktur bagi pegawai baru call center. Suatu saat salah seorang call center menerima panggilan darurat 911 dari Casey (Abigail Breslin) dan tidak bisa menanganinya dengan baik. Mau tak mau Jordan yang kebetulan berada didekatnya ganti menanganinya dan memberikan arahan kepada Casey.

Casey diculik oleh seorang laki-laki yang belakangan diketahui bernama Michael (Michael Eklund) dari tempat parkir sebuah mall. Casey disembunyikan didalam bagasi mobil dan dibawa menuju suatu tempat. Dari dalam bagasi inilah Casey menelpon 911. Jordan yang masih mengalami trauma berusaha tidak melakukan kesalahan lagi dan membantu Casey untuk melakukan hal-hal yaitu membuka lampu belakang mobil, mengeluarkan tangannya dari lubang dan menumpahkan cat dijalan. Sayangnya hal tersebut tidak berhasil dengan baik ditambah lagi telpon yang digunakan merupakan prabayar sehingga tidak bisa terdeteksi lokasinya.

Beberapa orang curiga dan berusaha menyelamatkannya yaitu Alan yang mengemudikan mobil hitam namun justru dibunuh oleh Michael. Demikian juga penjaga pom bensin yang justru dibakar oleh Michael. Dan akhirnya Caseypun ketahuan kalau mempunyai telpon dan Michaelpun menggertak Jordan. Jordan jadi ingat peristiwa enam bulan lalu dengan kasus Leah dimana suara dan kalimat yang diucapkan Michael sama persis. Jordan yakin Michael adalah orang yang sama yang menculik dan membunuh Leah.

Polisi berhasil menemukan rumah Michael yang dihuni oleh istri dan anaknya namun Michael sendiri tidak ada disana. Polisi menuju ke daerah bukit Santa Clarita berdasarkan info istrinya dan melakukan penggerebekan ke pondok milik Michael namun hasilnya nihil. Rupa-rupanya Casey disekap diruang bawah tanah yang lokasinya dekat dengan rumah pondok Michael.

Jordan penasaran karena polisi belum menemukan Casey. Mengingat Michael pada akhirnya pasti akan membunuhnya maka Jordan memutuskan untuk mencarinya sendiri ke bukit Santa Clarita. Akhirnya Jordan berhasil menemukan tempat penyekapan Casey. Terjadi perkelahian antara Jordan dan Michael. Jordan dan Casey berhasil kabur dari ruang bawah tanah. Tidak seperti film-film thriller kebanyakan, kalau tidak sang penjahat yang mati maka ditangkap polisi. Namun kali ini di akhir film sang penjahat diikat dan disekap diruang bawah tanah sebagai bentuk balas dendam.

Film ini cukup sederhana dalam alur ceritanya namun dibuat dengan cara yang mumpuni. Ketegangan dibangun bukan berdasarkan keseraman seorang penculik atau kehororan seseorang dalam melakukan terror melainkan berdasarkan dialog lewat telpon. Penonton merasa ikut terbawa dalam ketakutan dan kegemasan lewat dialog tersebut. Penampilan Halle Berry cukup baik dalam memerankan seorang petugas call center dan mengalami trauma. Penampilan Abigail Breslin juga bagus dalam memerankan seorang korban penculikan. Ekspresi ketakutan dan kesedihan serta perjuangannya untuk lolos dapat terlihat dengan alami.

Kekurangan dari film ini adalah sosok Jordan yang merupakan polisi juga tetapi tidak bisa berkelahi, seharusnya ditampilkan adegan perkelahian yang cukup seru walaupun akhirnya harus kalah sesuai skenarionya. Polisi menggeledah pondok Michael tidak teliti, seharusnya melakukan pengecekan di sekitar pondok Michael juga sehingga akan menemukan ruang bawah tanah, a[algi ada telpon yang rusak berserakan di atas tanah.

1 comment: