Friday, 21 December 2012

Silent Hill : Revelation (3D)




Silent Hill : Revelation (3D)
-----------------------------------

 
Sebuah film horor yang diangkat dari permainan video game yang berjudul sama dan merupakan produksi perusahaan Konami Jepang. Film pertamanya sudah dibuat pada tahun 2006 dengan bintang yang sebagian sama.

Heather (Adelaide Clemens) tinggal bersama dengan ayahnya yang bernama Harry (Sean Bean) dan sudah sering berpindah-pindah tempat tinggalnya, termasuk juga sekolahnya. Tidak hanya itu saja, mereka juga mengganti namanya di setiap kota yang ditinggalinya. Ternyata mereka melarikan diri dari kejaran ordo penganut kepercayaan tertentu.

Hampir setiap malam Heather selalu bermimpi buruk dan kadang kala melihat penampakan-penampakan yang mengganggu kesehariannya. Sebagai siswi baru disekolahnya, dia mempunyai teman yang juga baru pindah di sekolah itu yang bernama Vincent (Kit Harington).

Suatu hari Heather merasa dibuntuti oleh seorang laki-laki yang tak dikenal. Usut punya usut ternyata dia adalah seorang detektif swasta yang disewa oleh ordo penyembahan untuk menemukan keberadaannya. Namun detektif tersebut berbalik arah justru ingin membantu Heather namun sayangnya sudah keburu tewas oleh makhluk bertangan pisau. Pada saat pulang ke rumah ternyata ayahnya sudah hilang dan ada tulisan di dinding “Silent Hill”.

Antara percaya atau tidak, Heather memasuki dimensi alam lain yang bernama Silent Hill atau bukit sunyi. Suatu tempat yang sepi dan selalu berdebu serta tanpa cahaya matahari. Dia bertemu dengan Alessa yang memiliki kekuatan jahat. Sebenarnya Heather sendiri adalah bagian baik yang dipisahkan dari Alessa. Bagian baik yang dapat merasakan cinta.

Sebuah ordo penyembahan yang dipimpin oleh Claudia (Carrie Anne Moss) yang ternyata adalah ibu dari Vincent. Claudia menjadi pemimpin setelah memenjarakan Leonard (Malcolm McDowell) yang merupakan ayahnya sendiri. Mereka membutuhkan Heather dan kuncinya sebagai syarat untuk memanggil tuhannya.

Perpaduan antara horror setan dan thriller yang cukup menarik dan penuh dengan kengerian mahluk-mahluk yang tampil. Ada mahluk bertangan pisau, algojo besar pembawa parang, suster bersensor gerak, laba-laba berkepala manequin banyak dan mahluk dengan wajah terjahit. Penonton mungkin agak sedikit bingung untuk membedakan mana yang setan dan mana yang monster, mana yang bisa mati dan mana yang tidak bisa mati.

Adelaide Clemens bermain baik dalam memerankan tokoh Heather hanya saja wajahnya yang manis kadang kala kurang pas saat adegan ketakutan. Satu hal yang masih belum jelas adalah bagaimana bisa mahluk bertangan pisau dan algojo besar pembawa parang saling berkelahi satu sama lain padahal keduanya adalah tokoh antagonis.

Suster bersensor gerak cukup unik dalam penampilannya. Gerakan tubuhnya dan tingkah polanya merupakan hal baru dalam film horror. Efek 3 Dimensinya cukup lumayan hanya saja karena sebagian besar adegan dibuat gelap atau malam hari sehingga penulis merasakan lelah pada mata.

Untungnya film ini berakhir tidak seperti film horror pada umumnya yang jagoannya selalu tewas. Film ini berakhir dengan happy ending, walaupun tidak menutup kemungkinan akan dibuat seri lanjutannya.


3D HFR (High Frame Rate)


3D HFR (High Frame Rate) 

-----------------------------------

Sebuah film asalnya merupakan gabungan dari gambar-gambar diam yang dirangkai sehingga menjadi gambar yang tampak bergerak ketika dilihat oleh mata manusia. Gambar diam itu disebut dengan frame atau bingkai gambar. Semakin banyak frame yang dirangkai maka semakin jelas gambar yang terlihat. Umumnya satuan yang dipakai adalah fps (frame per second atau frame per detik) yaitu jumlah frame yang dirangkai dalam satu detik.

HFR adalah kepanjangan dari High Frame Rate yang berarti tingkat frame tinggi. Dalam dunia perfilman merupakan suatu teknologi masa depan. Bentuk formatnya mengambil gambar dengan kecepatan 48 atau 60 frame per detik. Padahal film-film sekarang umumnya menggunakan 24 frame per detik sebagai standardnya yang digunakan pertama kali sejak 85 tahun yang lalu. Film The Hobbit adalah film pertama yang menggunakan teknologi 3 Dimensi HFR ini.

Kelebihan HFR adalah mengurangi obyek yang berkedip, mengurangi gambar yang kabur, mengurangi gerakan yang patah-patah, nuansanya menjadi lebih dramatis, gambar menjadi lebih realistis, lebih halus, lebih terang, lebih detil dan penonton merasa menjadi bagian dalam film untuk 3D.

Cara kerja proyektor 3 Dimensi HFR untuk film berformat 48 frame per detik yaitu proyektor memancarkan dua sinar gambar sehingga tampak double di layar. Masing-masing sinar gambar yang dipancarkan adalah 48 frame per detik. Kenyataannya setiap frame mengalami kedip sebanyak dua kali sehingga seolah-olah frame yang dipancarkan sejumlah 2x48 = 96 frame untuk setiap sinar gambar. Untuk itu diperlukan kaca mata khusus 3D yang mempunyai lensa biru dan merah untuk menontonnya. Gambar-gambar ini di sinkronisasi oleh kedua mata penonton sehingga tampak visual obyek 3 Dimensi. Jadi total frame yang dilihat oleh kedua mata penonton adalah 2x96 = 192 frame untuk setiap sinar gambar.

 
 

 
Avatar seri 2 akan dibuat dengan format 3D HFR 60 frame per detik maka total frame yang dilihat oleh kedua mata penonton adalah 2x2x60 = 240 frame. Tentu hasilnya akan lebih baik lagi dan penontonpun akan semakin dimanjakan.



(dari berbagai sumber)

Thursday, 20 December 2012

Novel The Hobbit

Novel The Hobbit
----------------------






The Hobbit : An Unexpected Journey (3D)



The Hobbit : An Unexpected Journey (3D)
--------------------------------------------------------

Sebuah film yang merupakan pre saga sequence yang berarti sebuah rangkaian kisah yang menceritakan asal mula sebelumnya suatu rangkaian kisah lainnya yang sudah pernah difilmkan. Anda pasti masih ingat dengan trilogy film The Lord Of The Rings yang terdiri dari rangkaian tiga buah film yaitu The Fellowship Of The Ring (tahun 2001), The Two Towers (tahun 2002) dan The Return Of The King (tahun 2003). Semuanya disutradarai oleh Peter Jackson yang mengadaptasinya dari novel yang berjudul sama hasil karya J.R.R. Tolkien.

Masih dengan sutradara yang sama dan mengadaptasi dari pengarang yang sama pula maka dibuatlah film berjudul The Hobbit berdasarkan novel berjudul sama dan dibuat pada tahun 1937. The Hobbit dibuat dengan model trilogy yang terdiri dari tiga film yaitu An Unexpected Journey, The Desolation of Smaug dan There And Back Again. Sebenarnya bukunya sendiri hanya satu buah saja, berbeda dengan The Lord of The Rings yang bukunya memang ada tiga buah.

Film ini dibuat dengan teknologi 3 Dimensi HFR (High Frame Rate) yaitu sebuah teknologi baru yang berbeda dengan 3 Dimensi yang ada selama ini. Pada umumnya teknologi yang digunakan sekarang ini adalah 24 frame per detik sedangkan untuk HFR adalah 48 frame per detik. Jadi gambar yang dihasilkan mendekati apa yang dilihat oleh mata manusia secara nyata. Gambar menjadi lebih terang dan lebih jelas serta meyakinkan.

Pada saat penulis menonton pada tanggal 18 Desember 2012 di salah satu bioskop XXI yang memutar 3 Dimensi HFR ternyata mengalami hal yang kurang baik. Gambar terasa 2 Dimensi saja dan kadang kala terlihat kabur sedangkan teks terjemahan kadang kala terlihat double dan mengganggu mata. Sepertinya ada yang salah dengan proyektor filmnya. Untuk memastikan ada masalah tersebut, penulis mencoba menanyakan kepada penonton di kursi sebelah dan memang merasakan hal yang sama. Selain itu terdengar suara dari beberapa penonton lain yang mengeluhkan hal yang sama. Penulis mencoba dengan kaca mata lain dan masih tetap sama.

Akhirnya penulis mencoba membalik kaca mata, kaca yang sebelah kiri menjadi sebelah kanan dan sebaliknya kaca sebelah kanan menjadi sebelah kiri. Jadi kedudukan tangkai telinganya dan posisi hidung menjadi terbalik. Simsalabim Abrakadabra, ternyata berhasil. Gambar menjadi 3 Dimensi dan teks terjemahan tidak double. Menurut penulis sistem proyektor film ada kesalahan. Seperti kita ketahui untuk film 3 Dimensi ada dua proyektor yang memancarkan gambar dari sumber yang berbeda. Nah sumber inilah yang terbalik satu sama lain. Sehingga saat penulis menukar posisi kacamatanya maka gambar menjadi normal. Entahlah penonton yang lain apakah sadar atau tidak tentang hal ini.

Penonton tidak hanya dimanjakan dari sisi indera matanya saja namun indera telinga juga ikut dimanjakan. Film ini menggunakan teknologi Dolby Atmos System yang merupakan 3 Dimensinya suara. Sayangnya untuk penonton Indonesia masih belum bisa merasakan keunggulan tersebut. Penulis sudah mengkonfirmasi ke pihak 21 Cineplex namun sayangnya mereka malah tidak tahu tentang teknologi tersebut. Saat ini jumlahnya tidak lebih dari angka 100 bioskop di seluruh dunia yang menggunakan system tsb.

Kisah dimulai dari Bilbo Baggins (Martin Freeman) yang menceritakan kepada Frodo (Elizah Wood) tentang petualangan masa lalunya. Kemudian cerita mengalami flashback di saat Bilbo masih muda. Bilbo dipilih oleh Gandalf si penyihir abu-abu (Ian McKellen) untuk bergabung ke dalam kelompok 13 kurcaci yang dipimpin oleh Thorin Oakenshield (Richard Armitage). Bilbo ragu-ragu untuk bergabung atau tidak karena dia hanyalah seorang Hobbit biasa yang tidak pernah pergi jauh dan bertarung atau berkelahi. Demikian juga Thorin yang meragukan kemampuan Bilbo walaupun Gandalf mempromosikannya sebagai pencuri ulung. Namun akhirnya Bilbo memutuskan untuk bergabung sebagai anggota ke-14 walaupun tidak ada jaminan tentang keselamatan dirinya.

Nama-nama ketiga belas kurcaci adalah Thorin, Dwalin, Balin, Bifur, Bofur, Bombur, Fili, Kili, Oin, Gloin, Nori, Dori dan Ori.

Perjalanan menuju gunung Erebor didaerah Middle Earth dimulai. Tujuan utama kelompok kurcaci adalah menemukan kembali tanah air mereka. Dimana sebelumnya, kerajaan mereka berada di dalam gunung Erebor yang kaya akan emas. Dan pada suatu hari diserang oleh seekor naga bernama Smaug yang menghancur leburkan dan meluluh lantakan kerajaan tersebut. Semua penduduknya banyak yang tewas dan yang lainnya pada menyelamatkan diri dengan berpencar ke seluruh penjuru daerah.
Sayangnya pada saat itu Thranduil (Lee Pace) dari bangsa peri yang mengetahui peristiwa itu tidak melakukan pertolongan dan bahkan membiarkan hal tersebut. Sehingga timbul kebencian dan rasa tidak senang dari kelompok kurcaci kepada bangsa peri.

Dalam pelariannya kelompok kurcaci dipimpin oleh Thrain, ayah dari Thorin. Saat itu kelompok kurcaci berperang dengan kaum Orc yang dipimpin oleh Azog (Manu Bennett) yang disebut Orc berwajah pucat. Thrain berhasil dibunuh oleh Azog. Thorinpun membalas kematian ayahnya dengan memotong tangan Azog dan memukul mundur kaum Orc. Thorin pun menyangka Orc sudah mati padahal belum. Sehingga timbul dendam yang mendalam diantara keduanya.

Dengan bermodalkan peta yang dimiliki oleh Thorin dan anak kunci yang dimiliki oleh Gandalf serta kepolosan dari Bilbo merupakan suatu langkah untuk menuju kesuksesan. Sayangnya tidak ada orang yang bisa membaca peta tersebut kecuali Lord Elron dari bangsa peri yang dibenci oleh oleh Thorin. Peta tersebut menggunakan bahasa kurcaci kuno dan ada pesan tersembunyi di dalamnya yang hanya bisa dibaca bila terkena sinar bulan tertentu.

Perjalanan itu tidak mudah karena melewati tantangan alam dan juga halangan dari kaum Orc dan Wargnya atau sejenis serigala yang dijadikan kendaraannya. Halangan dari Troll yang ingin memangsa dan merasakan daging kurcaci, yang jika terkena sinar matahari akan menjadi patung batu. Jebakan dari kelompok Goblin yang menangkap dan mengharapkan imbalan dari kaum Orc.

 
Cikal bakal cincin yang ada dalam The Lord Of The Ring ditampilkan disini. Awalnya dimiliki oleh makhluk bernama Gollum atau juga dipanggil dengan Precious (Andy Serkis) yaitu makhluk dengan dua kepribadian. Rupa-rupanya cincin itu terjatuh pada saat sibuk menyeret Goblin untuk dimangsa. Bilbo menemukannya namun tidak mau mengembalikannya. Secara tak sengaja dia tahu manfaat dari cincin itu bila dipakai yaitu bisa menghilang dan orang lain tidak bisa melihatnya.

Karakter Gandalf dapat diperankan dengan baik oleh Ian McKellen apalagi suaranya yang khas penuh karisma sangat pas. Namun badannya terlihat sedikit kurus dibandingkan film sebelumnya. Martin Freeman sebagai Bilbo bermain manis dan terkesan polos. Semua pemain juga bermain dengan apik. Tata rias untuk para kurcaci cukup unik dengan tatanan rambut dan jenggot yang dimodel sedemikian rupa.
 
Sedikit kritik mengenai perbedaan kurcaci (dwarf) atau bahasa lainnya adalah orang kerdil dengan hobbit. Padahal kita tahu hobbit adalah orang kerdil juga. Menurut novelnya, tinggi hobbit adalah setengahnya tinggi manusia dan lebih kecil dari kurcaci. Namun dalam film postur dan tinggi badan keduanya adalah sama. Sebaiknya postur dan tinggi badan hobbit lebih kecil dari pada kurcaci sehingga jelas perbedaan antara keduanya. Dalam novelnya Frodo tidak ada sama sekali tetapi di film ini dimunculkan di awal. Memang banyak hal yang berbeda antara novel dan filmnya namun demikian perbedaan itu tetaplah menarik dan tidak mengurangi kualitas cerita itu sendiri.

Film yang pengambilan gambarnya dilakukan di Selandia baru ini menampilkan pemandangan alam yang indah dan menawan. Entah itu alami atau buatan animasi CGI, hasilnya begitu mempesona dan memanjakan mata penonton. Apalagi efek 3 Dimensi HFR yang begitu terang dan jelas semakin memuaskan pandangan mata. Pada saat pertarungan antar raksasa batu di pegunungan cukup memikat dan membuat kagum penulis. Demikian juga saat pertarungan akhir antara kaum Orc dan kelompok kurcaci tampil mengesankan. Penulis merekomendasikan film yang mempunyai durasi hampir 3 jam ini untuk ditonton.

Wednesday, 19 December 2012

The Assassins




The Assassins
-----------------
 

Kisah tentang Sam Kok yang berarti tiga negara sangat dikenal dimana-mana, tidak hanya dari negeri asalnya China saja melainkan dari hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ketiga negara tersebut adalah Shu (Siok), Wei (Gwei) dan Wu (Gouw) yang saling bermusuhan satu sama lain. Sudah banyak film-film yang mengadaptasi ceritanya misalnya Three Kingdoms dengan bintangnya Andi Lau dll. Yang paling menarik menurut penulis adalah Red Cliff dengan bintangnya Toney Leung dan Takeshi Kaneshiro serta sutradaranya yaitu John Woo.

Jangan terjebak dengan judulnya yang menunjukkan seolah-olah film ini adalah film action silat atau merupakan film perang kolosal. Sebenarnya film ini adalah film drama yang dibumbui dengan sedikit perkelahian. Jadi jangan berharap akan ada pertarungan hebat atau duel satu lawan satu dengan mengerahkan ilmu silatnya. Film ini ingin bercerita dari sudut pandang lain dari kisah Sam Kok.

Adegan pembuka diawali dengan suara kresek-kresek dengan latar belakang layar yang gelap sekaligus menampilkan nama-nama pemainnya. Lalu berubah dengan menampilkan gambar berupa sosok sekor semut yang sedang berjalan di terowongan lubang tanah. Rupanya suara kresek-kresek tadi adalah suara semut. Dari lubang tersebut terlihat ada dua anak kecil yang sedang berlari dan dikejar oleh pasukan tentara berkuda. Mereka berhasil menangkapnya. Cukup unik gambar di sesi awal ini.
 
Kedua anak kecil tersebut yang perempuan bernama Ling Ju (dewasanya diperankan oleh Liu Yi Fei)  dan yang laki-laki bernama Mu Shun (dewasanya diperankan oleh Hiroshi Tamaki). Mereka ditawan sekaligus dilatih menjadi pembunuh-pembunuh bersama dengan anak-anak lainnya. Sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut peran pembunuh ini apa dan bagaimananya. Sutradara Linshan Zhao kurang bisa menampilkan keahlian dan keterampilan silat selama dalam kamp tawanan.
 

Cerita meloncat ke dewasa dimana Cao Cao (Chow Yun Fat) yang merupakan perdana menteri dinasty Han dan menginginkan gelar raja negara Wei. Disampingnya hadir seorang wanita cantik yaitu selir Ling Ju. Ternyata dia berselingkuh dengan Mu Shun secara back street yang memang merupakan teman sejak kecilnya. Mu Shun sendiri ingin membunuh Cao Cao tapi tidak jadi. Sayangnya secara tak sengaja Mu Shun dilukai oleh Ling Ju ddak an pada akhirnya tewas.


Ling Ju secara mengejutkan memilih bersama Mu Shun menunggangi kuda dan meloncat bunuh diri. Tampak ada kelemahan disini, yaitu pada saat pengambilan gambar bunuh diri.. Tubuh keduanya melayang di udara secara slow motion namun kudanya tidak tampak lagi alias menghilang. Padahal jatuhnya di jurang berbarengan.
 
Chow Yun Fat bermain kurang bagus dan tidak maksimal dalam memerankan tokoh tersebut. Hal ini bisa jadi karena sang sutradara adalah alasannya yaitu masih baru dan film ini adalah debut pertamanya. Sayang kan kalau bintang besar tapi permainannya biasa-biasa saja. Pemain-pemain lainnya juga demikian adanya, tidak ada yang istimewa.
 
 
.

 

Monday, 10 December 2012

Novel Life Of Pi

Novel Life Of Pi
-----------------






Life of Pi (3D)



Life of Pi (3D)
-------------------

Jangan heran bila seseorang dapat menjadi sahabat bagi bermacam-macam agama dan jangan kaget bila seekor hewan buas bisa menjadi sahabat manusia. Life of Pi setidaknya ingin menceritakan kedua hal tersebut. Permusuhan dan persahabatan hanya dibatasi oleh garis tipis yang membentang di antara mereka. Barang siapa berani untuk menerobosnya maka kebahagiaan akan ditemukannya. Film yang diangkat dari buku novel yang berjudul sama ini di tulis oleh Yann Martel yang berasal dari Kanada. Novel tersebut dirilis pada tahun 2001 dan memenangkan penghargaan Man Booker Prize pada tahun 2002. Menurut data Nielsen Bookscan, buku ini sudah terjual 1,3 juta buku.

Bagian penting dari sebuah film adalah sang sutradara dan terpilih sebuah nama yang berasal dari Taiwan yaitu Ang Lee membuat film ini menjadi menarik. Dia pernah menerima piala Oscar dua kali sebagai sutradara terbaik dalam ajang Academy Award. Bahkan di tahun 2013 sebuah penghargaan sudah menantinya yaitu Filmmaker Award dari sebuah ajang Motion Picture Sound Editor Golden Reel Awards. Orang-orang yang pernah menerima penghargaan serupa adalah George Lucas, Michael Bay, Steven Spielberg dan Client Easwood.

Film ini bercerita tentang pengalaman hidup seseorang bernama Pi (gautam belur=5 tahun, Ayush Tandon=11 tahun, Suraj Sharma=remaja, Irrfan Khan=dewasa). Nama lengkapnya adalah Piscine Molitor Patel yang diberikan oleh sang Paman yang biasa dipanggil Mamaji. Mamaji sangat menyenangi olah raga renang dan sangat terkesan dengan sebuah kolam renang di Paris Perancis yaitu Piscine Molitor. Sedangkan Patel adalah nama keluarga atau marga. Pi adalah anak kedua dan berbeda tiga tahun dengan kakaknya yang bernama Ravi. Mereka tinggal bersama orang tuanya di sebuah kota bernama Pondicherry di India, sebuah kota bagaikan separuh Perancis dan separuh India. Orangtuanya adalah pemilik kebun binatang di kota tersebut.

Pada bagian pertama film ini bercerita tentang pengalaman spiritual Pi sejak masih anak-anak. Pi yang sejak lahir sudah berada dalam lingkungan Hindu secara otomatis menjalankan ajaran Hindu. Rasa ingin tahunya cukup besar sehingga tertarik juga dengan ajaran Katolik. Tidak berhenti hanya di situ, dia juga mendalami ajaran Islam. Baginya semua agama adalah baik. Penonton tentu tidak perlu kaget dan berpikiran negatif apakah film ini mengajarkan sesuatu yang sesat. Semuanya ditampilkan secara wajar dan sederhana. Simbol agama digambarkan dengan tidak memprovokasi agama lain. Simbol Hindu ditampilkan dengan tidak makan daging. Simbol agama Katolik ditampilkan dengan Pastor dan air sucinya. Simbol agama Islam ditampilkan dengan sholatnya.

Pada bagian kedua film ini bercerita tentang pengalaman hidup Pi diatas sekoci kapal ditengah laut dengan seekor harimau yang bernama Richard Parker. Pada saat terjadi gejolak politik dan kekacauan ekonomi di kota tersebut Pi sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Kanada. Mereka membawa serta binatang-binatang koleksi kebun binatang sebagai aset yang berharga. Kapal kargo yang digunakan bernama Tsimtsum dan milik perusahaan Jepang.

Sayangnya perjalanan dengan kapal di tengah lautan tidak mulus. Pada tengah malam cuaca buruk dan hujan cukup lebat. Semuanya pada tidur dan kebetulan Pi sedang bangun dan keluar menikmati hujan.. Pi sadar bahwa ada yang tidak beres dengan kapal tersebut dan benar kapal tersebut mulai tenggelam ditelan ombak. Pi berusaha membangunkan keluarganya tapi sayang usahanya sia-sia karena air semakin dalam dan napas yang terbatas. Alhasil hanya pi yang selamat. Penggambaran ombak yang besar dan kapal yang terombang-ambing dapat disajikan cukup bagus dan terlihat alami. Suasana lautan dan air laut cukup membuat takut penonton merasa ngeri.

Hanya Pi seorang yang selamat karena menumpang sekoci dan semua penumpang lainnya ikut tenggelam bersama kapal di lautan bebas. Tak disangka di dalam sekoci yang separuhnya tertutup kain tersebut terdapat juga hewan yang terdampar disana dan masih hidup yaitu zebra, orang utan, hyena dan harimau yang bernama Richard Parker. Pi merasa senang karena terhindar dari bencana namun juga merasa sedih karena keluarganya tidak bisa diselamatkan. Lebih sedih lagi sekarang Pi berada satu sekoci dengan binatang buas hyena dan harimau.

Sudah merupakan sifat alami bila hewan merasa lapar dan untuk mempertahankan hidupnya maka akan memangsa hewan lainnya seperti dalam sistim rantai makanan. Hal yang demikian berlaku juga di atas sekoci. Orang utan memakan buah jeruk selanjutnya orang utan dimakan oleh hyena. Zebra pun ikut merasakan gigitan hyena. Pada akhirnya hyena juga menjadi makanan harimau. Sekarang hanya ada Pi dan harimau sebagai hewan terakhir yang bersifat karnivora dan buas.

Pi tidak bisa tenang karena seolah-olah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah hidup di atas sekoci sendirian ditengah laut ditambah lagi ada binatang buas disampingnya. Mau tak mau Pi berpikir keras agar tidak dimangsa oleh harimau. Dia membuat sambungan dan rakitan dari papan-papan kayu hasil bongkaran sekoci dan memisahkan diri dari sekoci itu. Sekali-kali dia masuk ke dalam sekoci untuk mengambil perbekalan makanan atau sesuatu yang masih bisa digunakan.

Pi berusaha menaklukkan harimau itu dengan sedikit melakukan tindakan keras melalui tongkatnya dan aba-aba dengan pluitnya. Juga melalui pemberian makan hasil tangkapan ikan agar harimau menjadi jinak dan menuruti perintahnya. Setidaknya meniru menjadi seorang pawang harimau. Perlahan-lahan Pi berhasil menjinakkan harimau tersebut dan bisa dikatakan menjadi sahabat di kala sepi sendiri.

Sekoci akhirnya terdampar di sebuah pulau yang berpenghuni ribuan merkat, binatang sejenis luwak. Namun dibagian pulau itu ada semacam danau yang bersifat asam dan beracun bila malam hari yang dapat membuat binatang menjadi mati. Akhirnya Pi memutuskan untuk kembali di tengah lautan bersama sang harimau.

Nuansa 3 Dimensi cukup baik ditampilkan dengan keindahan laut dan kejernihannya dibuat dengan menarik. Visualisasi tampak begitu segar dipandang mata misalnya ubur-ubur yang berpendar di malam hari menerangi kegelapan. Ikan paus yang bersalto di permukaan air begitu menawan. Ribuan ikan terbang yang melintasi sekoci begitu mempesona. Semuanya begitu alami ditampilkan dengan nuansa 3 Dimensi.

Pada akhirnya sekoci membawanya ke sebuah pantai di Mexico. Kondisi Pi sudah lemas dan lunglai sedangkan kondisi harimau Richard Parker masih sanggup untuk berjalan menuju pepohonan yang rimbun. Tidak ada kata perpisahan terhadap Pi dan harimau itupun semakin jauh meninggalkan Pi yang sedang tak berdaya. Pi berharap sahabatnya itu menoleh atau mengaum sebagai tanda perpisahan tapi sekali lagi hal itu tidak terjadi.

Sosok Pi dapat diperankan dengan baik dan mimik serta spontanitasnya yang cukup patut diacungin jempol. Mungkin bagi sebagian penonton, karakter orang India dalam berbicara bahasa Inggris cukup lucu karena ada sedikit cadelnya. Pi berhasil menunjukkan kepada penonton akan kesedihan dan ketakutan serta penyesalan yang dialaminya.

Sosok harimau Richard Parker yang konon bukan binatang asli melainkan hasil animasi komputer CGI sangat bagus sekali dan hampir tidak ada bedanya dengan yang asli. Demikian juga dengan zebra, hyena dan orang utan. Semuanya tampak riil. Sungguh fantastis menyaksikan perpaduan akting manusia dan binatang animasi.

Penulis menemukan beberapa kekurangan yaitu tidak disebutkan lamanya Pi terdampar di lautan meskipun ada coretan pada dinding sekoci. Dalam novel disebutkan lamanya 227 hari. Untuk waktu selama itu, pakaian yang digunakan masih tetap terlihat putih dan utuh padahal seharusnya mungkin sudah compang-camping karena terpapar air dan hujan. Juga pada saat harimau diberi makan kambing hidup oleh sang Ayah, ternyata harimau dapat menarik tubuh kambing melewati jeruji kerangkeng besi, padahal seharusnya tubuh kambing tidak cukup untuk melewati jeruji tersebut karena kecil. Pada saat kapal terombang-ambing oleh ombak ternyata Pi dan keluarganya didalam kamar terlihat stabil.

Memang antara novel dan film ada hal-hal yang berbeda. Cerita dalam novelnya tentu saja lebih mendetail dan terperinci dibandingkan dengan novelnya. Namun demikian dengan bahasa gambar, film menampilkan sesuatu yang indah dan sesuatu yang fantastis, sesuatu yang lain. Penulis sangat merekomendasikan film ini sebagai tontonan keluarga.

Sunday, 2 December 2012

Chernobyl Diaries



Chernobyl Diaries

----------------------

Film ini diproduseri dan sekaligus ditulis oleh Oren Peli yang merupakan produser dari Paranormal Activity. Setidaknya film ini boleh dibilang lumayan bila dibandingkan dengan Paranormal Activity namun masih dibawah film Saw.

Sepasang kekasih Christ (Jesse Mc Cartney) dan Natalie (Olivia Taylor Dudley) berlibur mengunjungi kakaknya yang berada di kota Kiev, Ukraina. Mereka juga mengajak Amanda (Devin Kelley) yang meruoakan sahabat Natalie. Sang kakak, Paul (Jonathan Sadowski) mengajak sekalian berlibur dengan mengikuti wisata ekstrem mumpung berada disini dan tidak ada di negara asalnya Amerika. Wisata tersebut adalah mengunjungi kota mati Chernobyl.

Chernobyl adalah kota yang tidak ada penduduknya dan mereka telah meninggalkannya pada saat tragedi ledakan reaktor nuklir pada tahun 1986. Kota tersebut berdampingan dengan kota Prypiat yang merupakan tempat tinggal pekerja dan keluarganya. Dari sinilah mereka masuk untuk memulai wisata ekstrem itu.

Wisata ekstrem ini dipandu oleh tour leader bernama Uri (Dimitri Diatchenko). Ikut bergabung juga sepasang kekasih yaitu Michael (Nathan Phillips) dan Zoe (Ingrid Bolzu Berdal). Jadi total ada tujuh orang yang ikut dalam petualangan ini.

Pada awalnya kegembiraan dan kesenangan yang dirasakan oleh mereka selanjutnya kesedihan dan ketakutan yang menghinggapi mereka. Sebenarnya sejak awal mereka sudah dilarang oleh penjaga pos perbatasan untuk tidak masuk kesana namun larangan tersebut diabaikan. Mereka tetap menerobos masuk dengan mencari jalan lain.

Keadaan kota benar-benar kosong melompong. Yang ada hanya anjing-anjing kelaparan, ikan-ikan bergigi tajam dan beruang yang kelaparan. Selesai berwisata dan saatnya pulang di sore hari, tak disangka ada yang merusak kabel-kabel mobil sehingga mobil tidak bisa jalan alias mogok. Tidak diketahui siapa yang merusak. Anjingkah yang menggigit atau beruang yang menarik-narik kabel atau ada makhluk lain yang melakukannya. Yang penting saat ini adalah meminta bantuan.

Uri dan Chris keluar dari mobil untuk meminta bantuan tetapi mereka diserang oleh sesuatu yang tidak jelas. Chris terluka di kakinya sedangkan uri dibawa oleh sesuatu tersebut. Mau tidak mau mereka harus berlindung di dalam mobil sampai pagi harinya. Lalu di pagi hari diputuskan Chris dan Natalie tetap dimobil sedangkan yang lain mencari bantuan. Paul dan kawan-kawan berhasil menemukan kabel untuk tipe mobil yang sama. Namun ketika mereka kembali, ditemukan mobilnya sudah hancur berantakan dan Chris serta Natalie menghilang. Pelakunya bukanlah anjing atau beruang tetapi sesuatu yang lebih kejam.

Rupanya sesuatu tersebut adalah orang-orang yang terkena dampak radiasi nuklir dan berhasil melarikan diri dari rumah sakit khusus isolasi. Mereka kabur dan sembunyi di kota yang tak berpenghuni itu dan jadilah mereka penghuni bayangan. Mereka menjadi zombie yang kelaparan.

Satu per satu peserta wisata tewas oleh zombie tersebut dan yang selamat hanyalah Amanda dan Paul. Sayangnya mereka berdua terkena radiasi yang cukup tinggi sehingga perlu dikorbankan oleh pihak militer di kota tersebut.

Sayangnya teror dan ketakutan yang terus mengancam ditampilkan secara sederhana saja seharusnya bisa ditampilkan dengan lebih lagi. Penampilan zombie tidak pernah dilakukan secara close up atau jarak dekat sehingga penonton tidak bisa melihat kengerian seperti apa yang menjadi lawan mereka. Penonton hanya tahu kepalanya gundul plontos.

Teknik pengambilan gambar dengan sistem hand carry camera yang membuat seolah-olah kamera mengikuti kita berlari juga cukup baik dilakukan. Latar belakang yang gelap dan tidak ada sinar lampu cukup membantu membuat suasana menjadi seru. Pengambilan gambar yang dilakukan di Serbia dan Hungaria cukup untuk menunjukkan kota yang sudah mati.

Saturday, 1 December 2012

Rise Of The Guardians



Rise Of The Guardians
----------------------------

Karakter tokoh dalam film ini diambil dari serial novel anak-anak berjudul The Guardians of Childhood hasil buah karya William Joyce. Serial tersebut terdiri dari tiga buah buku yaitu The Man In The Moon, Nicholas St. North And The Battle Of The Nigthmare King dan E. Aster Bunnymund And The Warrior Eggs At The Earth's Core. Perusahaan yang memproduksinya adalah Dream Works Animation yang juga memproduksi film Shrek, Kungfu Panda dan Madagascar. Jadi bicara mengenai kualitas tentu sudah pada tahu seperti apa hasilnya.

Pada awalnya William Joice ingin membuat sendiri film ini  berpatungan dengan Reel FX studio membentuk Aimesworth Amusements. Sayangnya ide tersebut belum tercapai dan akhirnya hak cipta film tersebut dibeli oleh Dream Works Animation. Seperti biasanya perusahaan ini akan membuat seri lanjutannya jadi siap-siap saja menunggu di tahun mendatang.

Kisah dimulai dengan seorang pemuda bernama Jack Frost (disuarakan oleh Chris Pine) yang tiba-tiba berada di atas sebuah danau berlapis es. Kondisinya cukup menyedihkan karena lupa siapa dirinya dan dari mana asal usulnya serta latar belakangnya. Dia hanya tahu tentang namanya saja yaitu Jack Frost karena diberi tahu bulan. Yang lebih menyedihkan lagi adalah dirinya berupa arwah yang tidak bisa dilihat oleh orang lain dan badannya bisa tembus oleh badan orang lain. Tentu saja rasa kesepian menghinggapinya sepanjang masa. Tidak ada teman yang bisa diajak bicara dan bercanda. Yang hanya bisa dilakukan adalah bermain-main sendiri dengan tongkatnya yang bisa menciptakan salju.

Waktu kemudian berubah ke masa kini. Muncullah tokoh jahat bernama Pitch Black alias Boogeyman (Jude Law) yang berhasil melarikan diri dari kurungannya. Dia ingin menguasai dunia dengan cara menyebarkan rasa takut melalui mimpi pada anak-anak. Jadi tidak ada yang namanya mimpi indah,  bahagia dan gembira. Hal ini diketahui oleh North alias Sinterklas (Alec Baldwin) yang merupakan pemimpin para Guardians atau pengawal. Dia mengumpulkan para pengawal yang terdiri dari Easter Bunny atau kelinci paskah (Hugh Jackman), Tooth Fairy alias peri gigi (Isla Fisher) dan Sandy alias Sandman . Namun gabungan kekuatan tersebut tidak akan bisa mengalahkan Pitch Black. Untuk itu Man in the moon menambahkan satu orang lagi yaitu Jack Frost sebagai pengawal.

Sayangnya Jack Frost masih terobsesi akan masa lalunya dan rasa ingin tahu siapa dirinya. Rupanya rahasia tersebut berada di tangan Pitch Black. Tentu saja hal tersebut harus ditebus dengan harga mahal. Gara-gara itu, semua telur paskah dibantai oleh kawanan Pitch Black dan tidak ada yang sampai dimuka bumi. Anak-anakpun berasumsi tidak ada perayaan paskah di tahun ini karena tidak menemukan telur apapun.

Rahasia Jack Frost terungkap, dia adalah seorang pemuda yang memiliki adik perempuan. pada suatu hari adiknya terjebak di atas danau es yang membeku. Sayangnya pijakan kakinya berada di lapisan es yang tipis dan mulai retak. Jack Frost berusaha menyelamatkan adiknya dan berhasil. Namun tak disangka semuanya harus ditebus dengan nyawa Jack Frost sendiri. Ya benar, Jack Frost mengorbankan dirinya demi adiknya, dia tenggelam.

Pitch Black beserta kawanannya makin merajalela. Semua anak-anak merasa takut dan tidak percaya lagi akan adanya Sinterklas, Tooth Fairy, Easter Bunny dll. Hanya tinggal 1 anak saja di seluruh dunia yang masih percaya akan mereka, namanya Jamie (Dakota Goyo). Dia menjadi rebutan antara para pengawal dan Pitch Black. Siapakah yang menang ? Hasil akhir tentu saja happy ending, para pengawal memenangkan pertarungan itu dibantu dengan Jamie dan kawan-kawannya.

Sebuah film animasi yang enak ditonton. Gambar-gambar yang ditampilkan sangat halus apalagi ditonton dengan format 3 Dimensi. Tampilan visual yang tampak nyata dalam penggambaran tokoh-tokohnya. Warna-warni yang cerah dan kadang gelap menunjukkan ekspresi masing-masing tokoh. Tokoh jahat mewakili warna gelap dengan markasnya yang juga gelap. Sebaliknya warna-warni yang cerah menunjukkan tokoh yang baik.

Sebuah tontonan yang bagus dan menarik buat anak-anak. Tetapi ingat, film ini lebih bagus lagi bila diputar saat menjelang hari Paskah karena sesuai dengan isi ceritanya padahal sekarang ini menjelang hari Natal.


Wednesday, 21 November 2012

Novel Breaking Dawn Part 2

Novel Breaking Dawn Part 2
-----------------------------












Breaking Dawn Part 2




Breaking Dawn Part 2
-----------------------------

Film Breaking Dawn diangkat dari novel karya Stephenie Meyer yang berjudul sama dan film ini merupakan bagian kedua atau terakhir karena novel tersebut dibagi menjadi dua bagian dan bagian pertama sudah dirilis pada tahun 2011. Sebuah film lanjutan dari serial twilight saga sebelumnya yaitu twilight, new moon dan eclipse.

Fenomena membuat film dari adaptasi novel menjadi dua bagian sepertinya mulai marak dilakukan oleh produser-produser film yang notabene tentu saja faktor keuntungan ekonomi yang dicari. Mereka beralasan cerita terlalu panjang sehingga perlu dipecah menjadi dua bagian. Hal ini sangat naif sekali mengingat tidak semua cerita atau adegan dalam novel masuk ke dalam film. Seharusnya pemisahan menjadi dua film itu tidak perlu karena film kedua ini tidak banyak menampilkan konflik jadi cukup satu saja. Film ini sendiri sudah gagal dalam mengemban tujuannya untuk menampilkan puncak klimaks dari film-film sebelumnya. Terasa datar dan hambar.

Bella (Kristen Stewart) sudah menjadi seorang vampire dengan memiliki kemampuan untuk melihat obyek dari jarak jauh dan lebih detil. Dia mampu mengendus bau dari jarak yang jauh serta berlari dengan kecepatan tinggi. Yang spesial darinya adalah mampu membuat perisai sebagai bentuk pertahanan atau melindungi dirinya bahkan orang lain. Karena itulah dia tidak bisa dibaca pikirannya oleh siapapun juga.

Renesmee (Mackenzie Foy) adalah nama bayi yang dilahirkan oleh Bella pada saat masih menjadi manusia sehingga disebut anak setengah imortal (setengah abadi). Bayi tersebut tumbuh dengan cepat diluar kewajaran. Sayangnya tampilan wajah bayi menggunakan komputer CGI sehingga tampak aneh dan tidak normal seperti wajah bayi pada umumnya. Kentara sekali bila kepala bayi memanfaatkan teknologi itu namun bukannya bertambah bagus malah terlihat tidak natural.

Irina (Maggie Grace) melaporkan kepada Aro (Michael Sheen) yang merupakan pemimpin keluarga Volturi bahwa Renesmee adalah anak imortal (anak abadi). Bila sebuah keluarga memiliki anak imortal maka merupakan pelanggaran dalam dunia vampire dan keluarga Volturi akan menghukumnya dengan membunuh anak tersebut. Konon kabarnya anak imortal akan membunuhi vampire-vampire dan membinasakannya dari muka bumi sehingga keberadaan vampire akan punah.

Edward (Robert Pattinson) merasa yakin bahwa Renesmee bukanlah anak imortal melainkan setengah imortal yang masih memiliki jantung dan darah yang mengalir dalam tubuhnya. Dia berdiskusi dengan Carlisle (Peter Faccineli) dan seluruh anggota keluarga Cullen, diputuskan bahwa tidak perlu ada perlawanan dengan kekerasan. Keluarga Volturi pasti menang karena memiliki kekuatan yang tinggi. Yang baik adalah melakukan negosiasi dengan cara damai. Untuk itu diperlukan saksi-saksi vampire lainnya dari seluruh dunia yang mendukung bahwa Renesmee bukanlah anak imortal.

Ada beberapa hal yang berbeda dengan cerita dalam novelnya. Pertama, dalam film Renesmee memperkenalkan dirinya dengan menyentuh pipi Tanya (MyAnna Burring) saja. Tetapi dalam novelnya, tidak hanya Tanya melainkan semua keluarganya juga. Kedua, dalam film Renesmee beserta dengan Edward dan Bella mendatangi rumah Tanya. Namun dalam novelnya, Tanya dan keluarganya yang datang ke rumah Edward. Ketiga, dalam film Tanya tahu mengenai laporan Irina kepada keluarga Volturi tentang Renesmee. Tetapi dalam novelnya, Tanya tidak tahu laporan tersebut.

Keempat, dalam film hanya Bella yang mengejar Irina sampai ke pinggir pantai. Sedangkan dalam novelnya, Edward dan Carlisle mengejar sampai ke ujung pantai seberang. Kelima, dalam film Bella bertemu dengan Jenks secara langsung. Sedangkan dalam novelnya, Bella bertemu melalui perantara Max terlebih dahulu. Keenam, dalam film Bella bertemu dengan Jenks sebanyak satu kali. Namun dalam novelnya Bella bertemu sebanyak dua kali yaitu dikantor saat memesan dokumen dan di restoran saat menyerahkan dokumen.

Ketujuh, dalam film dokumen sudah dipesankan oleh Alice dan Jasper. Tetapi dalam novelnya, dokumen dipesan oleh Bella sendiri. Kedelapan, dalam film karakter Eleazar hampir tidak terlihat. Namun dalam novelnya, karakter Eleazar cukup penting dan bahkan diulas dalam bab 30 dan 31. Kesembilan, dalam film karakter Renata tidak ada. Padahal dalam novelnya, Renata mempunyai kelebihan yang sama dengan Bella yaitu sebagai perisai yang melindungi Aro. Kesepuluh, dalam film Alice datang langsung menuju ke Aro untuk disentuh tangannya. Padahal dalam novelnya, Alice langsung bergabung dengan kelompok Edward. Kesebelas, dalam filmnya ada pertarungan antara kelompok Edward dan kelompok Aro. Padahal dalam novelnya, tidak ada pertarungan tersebut. Kedua belas, dalam film Aro membatalkan pertarungan karena sentuhan Alice yang memperlihatkan masa depan Aro. Tetapi dalam novelnya, tidak ada sentuhan Alice terhadap Aro.

Soundtrack film ini dipermanis oleh lagu berjudul A Thousand Years yang dinyanyikan oleh Christina Perri. Lagu-lagu lainnya juga lumayan enak didengar.

Alur cerita disusun mendatar saja dan terkesan monoton. Sang sutradara sadar bahwa novelnya tidak ada adegan aksi dan perkelahian, untuk itu cerita perlu diubah dan dibumbui dengan pertarungan dan perkelahian pada ending cerita. Hal tersebut patut diacungi jempol setidaknya penonton merasa ada adegan aksi dan perkelahian. Walaupun tidak mencapai klimaks setidaknya hal itu mengobati rasa kecewa dan ekspektasi yang besar dalam film terkahir ini.

Tuesday, 20 November 2012

ATM (Er Rak Error)



ATM (Er Rak Error)
-------------------------

Pepatah mengatakan seorang pria rentan godaan terhadap harta, tahta dan wanita. Dan bila dibalik maka seorang wanita akan rentan godaan terhadap harta, tahta dan pria. Film buatan Thailand ini bercerita setidaknya tentang salah satu poin dalam pepatah tersebut yaitu tahta. Seseorang bisa mencintai kekasihnya dengan segenap hati namun juga bisa luntur hanya karena tahta. Dikemas dalam suasana komedi dan bukan drama melankolis sehingga tidak perlu terlalu takut akan menguras air mata.

Jib (Preechaya Pongthananikorn) seorang wanita karir yang bekerja sebagai wakil direktur di sebuah bank bernama JNBC (Japan National Bank of Commerce), sebuah bank dari Jepang. Peraturan di bank itu menyebutkan bahwa sesama pegawai tidak boleh menjalin hubungan percintaan jika ketahuan maka salah satunya harus keluar. Jib adalah salah satu orang yang berwenang untuk menyidangkan hal itu. Sayangnya dibalik semua itu ternyata dia menjalin hubungan dengan Suer (Chantavit Dhanasevi) yang tak lain adalah bawahannya sendiri.

Setelah kurang lebih selama 5 tahun menjalani cinta secara sembunyi-sembunyi maka diputuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu perkawinan. Sayangnya ada hambatan dengan peraturan perusahaan sehingga siapa yang akan keluar dari pekerjaannya. Di sinilah ego masing-masing muncul menjadikan sebuah konflik yang mau tidakmau harus dihadapi. Suer sebagai seorang laki-laki mengharapkan dia yang tetap bekerja dengan alasan sebagai kepala keluarga dan seorang istri tugasnya mengurus rumah tangga di rumah. Jib mempunyai alasan bahwa dia memiliki jabatan, karir dan gaji yang lebih tinggi sehingga sayang bila dilepas begitu saja. Egoisme masing-masing merupakan salah satu ciri orang-orang Asia terkait tahta apalagi jaman sekarang ini untuk mencari kerja saja sulit sekali.

Pada saat yang bersamaan terjadi kesalahan dalam pemasangan software baru di sebuah mesin ATM (Automatic Teller Machine) di dekat lapangan bola. Gara-garanya adalah pegawainya tidak paham bahasa Jepang. Uang yang keluar dari mesin ATM akan digandakan dua kali lipat dari semestinya yang diambil. Akibatnya tentu saja heboh, berawal dari satu mulut akhirnya bisa menyebar kemana-mana mengenai mesin ATM tersebut. Peud (Thawat Pornrattanaprasert) secara tak sengaja mendapatkan rejeki tersebut dan langsung menelepon kepada temannya Pad (Chaleumpol Tikumpornteerawong) yang sedang menonton bola. Karena obrolan mereka keras maka terdengar orang-orang disampingnya. Tak ayal lagi semua orang menuju mesin ATM tersebut dan penonton di lapangan bola tersebut menjadi kosong melompong. Lucu bukan ?

Jib mendapat tugas untuk menyelidiki kasus itu dengan melakukan pengecekan melalui kamera cctv, daftar orang pengambil ATM dan mendatangi kantor cabang mesin ATM itu berada. Pimpinan bank juga menugaskan untuk menarik kembali uang yang double tersebut. Karena tugasnya cukup berat maka Suer memanfaatkan kesempatan itu dengan memberikan tantangan. Bila Suer bisa menyelesaikan kasus tersebut maka Jib yang harus keluar dari pekerjaannya dan sebaliknya bila Jib yang mampu menyelesaikannya maka Suer harus keluar. Barang siapa yang bisa menagih uang yang double dari nasabah dalam jumlah paling besar maka dialah yang menang.

Baik Jib maupun Suer menempuh berbagai cara untuk menemukan nasabah-nasabahnya bahkan dengan cara-cara yang curang sekalipun. Misalnya saja menaruh obat tidur pada minuman, menyamar sebagai polisi, menyabotase fax dll. Jumlah uang yang dikumpulkan mereka berdua sama besarnya dan hanya tinggal satu nasabah terakhir yang akhirnya menjadi rebutan karena akan menjadi poin penting sebagai pemenang.

Keterlibatan nasabah diwakili oleh Peud yang menggunakannya untuk membeli sepeda motor, Pad yang menambal gigi emas, tukang laundry yang membeli mesin cuci, pecinta hewan yang membeli buaya. Mereka tidak bisa membayar sekarang karena tidak punya uang walaupun tahu mereka bersalah. Jib menyadari bahwa pihak bank sebenarnya bersalah juga makanya dia memutihkan uang tersebut. Suer merasa gembira dengan keputusan itu.

Sayangnya godaan tahta begitu mengguncang. Sekembalinya Jib di kantor pusat ternyata mengeluarkan rekaman pengakuan dari nasabah-nasabah itu dan melaporkannya kepada pimpinan bank. Otomatis pihak bank menagih kembali. Peud, Pad, tukang laundry dan pecinta buaya ditelepon pihak bank untuk membayar kembali padahal sesuai janji Jib, mereka diputihkan. Suer protes kepada Jib karena apa yang dijanjikannya ternyata tidak ditepati. Akhirnya karena merasa malu maka Jib memutuskan keluar dari pekerjaannya.

Suer yang merasa bertanggung jawab akan janji tersebut, meminjamkan uang kepada keempat orang tersebut untuk membayar ke bank dan mereka boleh mencicilnya. Sebenarnya uang tersebut adalah untuk biaya perkawinan mereka sehingga otomatis perkawinan mereka batal. Dan tentu saja cinta mereka kandas. Tidak ada yang menang, semuanya kalah. Inti cerita yang bisa diambil maknanya adalah cinta butuh pengorbanan dan bukan keangkuhan.

Film ini adalah bergenre komedi sehingga ada hal-hal yang tidak masuk akal dan berlebihan jadi harap maklum. Format film dengan resolusi tinggi yang terang dan jelas cukup enak ditonton dibandingkan dengan produksi film Indonesia yang tidak terang atau kabur dengan resolusi rendah.

Wednesday, 14 November 2012

Wreck-It Ralph



Wreck-It Ralph
--------------------

Walt Disney yang terkenal dengan produksi film animasi kartunnya berusaha tetap eksis dengan mengangkat kisah yang diambil dari karakter tokoh video game berjudul Fix-It Felix, Jr. Video game tersebut bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti kurang lebih Felix si tukang perbaikan. Cerita dalam video tersebut memiliki tokoh protagonis bernama Felix yang suka memperbaiki bangunan atau gedung atau tembok yang rusak. Sebaliknya ada tokoh yang bersifat antagonis bernama Ralph yang selalu merusak bangunan tersebut dan mendapat panggilan Wreck-It Ralph atau berarti Ralph si perusak. Rupa-rupanya nama inilah yang justru diambil sebagai judul film dan bukan nama video gamenya itu sendiri. Sebelum film utama diputar, ada ekstra film berjudul Paperman dengan format hitam putih dengan durasi kurang lebih 10 menit.

Bagi penggemar video game atau ding dong pada jaman dulu bisa merasakan nostalgia dengan jenis video game arcade. Jenis ini berarti video game yang dimainkan dalam kotak box atau kotak mesin di dalam suatu mall atau toko dengan menggunakan koin. Tentu saja penonton bakalan ingat dengan permainan pac man dan street fighter serta zombie yang melegenda itu bukan ? Nantinya mereka akan muncul sekilas dalam film ini.

Alkisah ada suatu toko atau tempat permainan video game yang menggunakan koin yang disukai anak-anak dan sudah berusia tiga puluh tahunan. Bila siang hari suasana penuh dengan keramaian anak-anak sedangkan pada malam hari suasana menjadi sepi karena toko tersebut tutup. Tetapi jangan heran bila ternyata tokoh-tokoh yang ada dalam video game bisa hidup dan bicara satu sama lain pada saat toko tutup. Mereka mempunyai komunitasnya sendiri sesuai dengan judul permainannya. Seperti halnya video game berjudul Fix-It Felix, Jr, pada malam hari mereka merayakan keberhasilan Felix si tukang perbaikan (disuarakan oleh Jack McBrayer) yang menjadi sosok pahlawan. Dia tinggal di gedung yang mewah dan terkadang membuat pesta bersama dengan teman-temannya. Sebaliknya Ralph si perusak (disuarakan oleh John C Reilly) yang selalu dikalahkan oleh Felix dan dibuang ke kubangan tinggalnya di bongkaran batu bata.

Ralph merasa iri dengan kondisi Felix dan ingin diperlakukan sama layaknya seorang pahlawan apalagi sudah 30 tahunan dia berperan sebagai penjahat. Untuk itu dalam suatu pesta, Ralph yang tidak diundang membuat kekacauan. Dan pada akhirnya dia ditantang untuk bisa mendapatkan medali penghargaan, bila bisa maka dia berhak tinggal di penthouse gedung tersebut.

Untuk mendapatkan medali penghargaan tersebut tidak ada cara lain selain mencari ke tempat lain yang berarti harus pergi meninggalkan video gamenya dan pindah ke video game lain. Ralph pergi ke video game Hero’s Duty dan berhasil mendapatkan medali penghargaan. Video game ini bercerita tentang perang melawan robot kumbang. Dia memperoleh medali dengan cara mencurinya. Sayangnya dia ikut terbawa kedalam pesawat darurat dan mendarat di video game Sugar Rush yaitu permainan balap mobil dari bahan permen. Ternyata ada sebuah robot kumbang yang ikut juga di dalam pesawat tersebut yang bisa membumi hanguskan penghuni Sugar Rush.

Di sana Ralph berkenalan dengan seorang gadis bernama Vanellope (disuarakan oleh Sarah Silverman) yang sedikit liar dan dikucilkan oleh komunitasnya. Vanellope adalah seorang Glitch yaitu karakter dari sebuah program software yang tidak sempurna. Padahal dia ingin sekali mengikuti balapan mobil yang dipimpin oleh King Candy (disuarakan oleh Alan Tudyk). Untuk mengikuti balapan tersebut ada syaratnya yaitu membayar dengan koin dan yang dipakai adalah koin medali milik Ralph. Tentu saja Ralph tidak terima akan hal itu namun lama kelamaan timbul keakraban diantara mereka berdua. Dia mendukung Vanellope untuk ikut serta balapan mobil karena pemenangnya akan mendapatkan medalinya kembali.

Rupa-rupanya sejak Ralph meninggalkan video game Fix-It Felix, Jr maka video game tersebut dianggap rusak oleh anak-anak dan rencananya akan diganti dengan video game lain oleh sang pemilik toko. Felix akhirnya memutuskan untuk mencari Ralph dan menyusulnya bersama dengan gadis pemburu robot kumbang yang kuatir robot tersebut akan berkembang biak.

Latar belakang Vanellope ternyata adalah seorang putri candy yang dicelakai oleh king candy. Sebenarnya king candy ini adalah palsu dan tak lain adalah Turbo yang menyamar. Turbo adalah orang dari komunitas video game lain yang akan ditutup oleh pemiliknya sehingga memutuskan untuk pindah. Dia merusak program Vanellope dan menutup memorynya sehingga Vanellope lupa akan siapa dirinya. Apabila dia menang dan masuk garis finish maka program akan mereset ulang kembali status Venellope dan menjadikannya normal kembali.

Film ini penuh dengan warna-warni yang segar dan cerah yang akan membuat penonton anak-anak senang. Suasana dibikin cerah dan nuansa segar dengan kelucuan-kelucuan di beberapa adegan. Buat orang tua juga cukup menarik karena unsur pendidikannya ada. Seorang penjahat tidak harus mempunyai hati yang jahat dan seorang pahlawan tidak harus mendapat pengakuan pahlawan dari orang lain. Kira-kira pesan itulah yang ingin disampaikan oleh film ini.

Tuesday, 13 November 2012

Sky Fall



Sky Fall
----------

Siapa yang tak kenal dengan nama James Bond atau dengan panggilannya 007 ? Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah mengenal sosok tokoh tersebut. Seorang agen rahasia Inggris dan jagoan yang sangat piawai dengan peralatan-peralatan canggih dan baru serta gadis-gadis cantiknya. Saat ini dalam rangka kemunculan film tersebut yang ke-50 tahun maka Sky Fall merupakan perayaan ulang tahun emasnya. Film pertama James Bond yang diperankan oleh Sean Connery berjudul Dr.No yang tampil perdana pada tahun 1962 begitu menarik perhatian dunia. Karakter tokoh ini diambil dari novel karya Ian Flemings yang berasal dari Inggris dan dibuat tahun 1953. Walaupun sudah berulang kali ganti pemeran namun karakter James Bond tetaplah tidak berubah sampai pada seri ke-23 ini. Tak ketinggalan aktor yang pernah memerankannya adalah George Lazenby, Roger Moore, Timothy Dalton dan Pierce Brosnan.
Bila ada pertanyaan, siapakah pemeran James Bond yang terbaik ? Agak sulit menjawabnya, mengingat masing-masing pemeran memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Bila ditelusuri lebih dalam maka film ini bercerita bukan tentang Bond (Daniel Craig) melainkan mengenai ’M’ (Judi Dench) yaitu seorang perempuan atasan Bond. Film dimulai dengan kejar-kejaran Bond bersama dengan agen wanita Eve (Naomi Harris) di Turki yang memburu seorang teroris untuk memperebutkan harddisk yang berisi nama-nama agen rahasia Inggris yang sedang menyamar. Cukup menarik suguhan aksi yang ditawarkan ini walaupun sudah sering kita lihat pada film-film lainnya. Kejar-kejaran dan berlari-lari kesana kemari serta kebut-kebutan sepeda motor serta perkelahian diatas atap kereta api. Hal ini tidak membuat penonton bosan karena ada adegan yang ditampilkan cukup kreatif yaitu pada adegan mobil pengeruk tanah. Mobil-mobil mewah terlindas satu per satu dan pada akhirnya ujung besi pengeruk digunakan untuk menahan bak sambungan pada gerbong didepannya dan Bond pun meloncat masuk ke dalam gerbong. Di saat kritis pergumulan dan perebutan diatap kereta api tersebut Eve mendapat instruksi dari M untuk menembak si teroris. Sayangnya yang menjadi korban tembakan tersebut adalah Bond. Dia terpental jatuh dari kereta api dan masuk ke dalam sungai yang mengalir deras. Disaat waktu yang sempit dan kesempatan yang sedikit maka keputusan harus dibuat dan itulah hasilnya. M merasa bertanggung jawab namun demikian tidak ada rasa penyesalan atas apa yang diputuskan.

Bond selamat. Tidak dijelaskan mengapa bisa selamat atau diselamatkan oleh siapa. Bond kembali ke Inggris untuk menemui M dan mempertanyakan penembakan dirinya. M hanya mengatakan kepentingan banyak orang lebih diutamakan dari pada kepentingan satu orang saja. Disaat yang sama markas besar M di London diteror oleh Silva (Javier Bardem). Komputer yang di hack, gedung yang diledakkan serta kiriman video yang berisi pembunuhan agen-agen rahasia berdasarkan daftar yang ada di harddisk. Ancaman dilakukan bahwa setiap minggu akan ada lima agen rahasia yang dibunuh.

Bond membantu penyelidikan lagi walaupun secara test belum layak untuk terjun kembali ke lapangan menjalankan tugas. Tentu saja karena efek dari penembakan dirinya itu, galau dan risau. Perjalanan membawanya ke China dan berkenalan dengan seorang gadis yang bernama Severine (Berenice Marlohe) yang merupakan bawahan Silva. Dan ternyata Silva adalah rekan Bond sendiri yang mbalelo alias disersi atau setidaknya dianggap sudah mati. Silva mempunyai dendam pribadi kepada M yang dulu adalah atasannya juga karena merasa dikorbankan pada saat tertangkap. Dia meminum racun sianida untuk bunuh diri sebagai salah satu prosedur yang diperintahkan oleh M bila tertangkap namun sayangnya dia tidak mati melainkan rusak separuh wajahnya.

Untuk itulah Silva mengejar M dimanapun berada dan mempersiapkan semuanya dengan baik termasuk saat dirinya tertangkap dan dipenjara. Bom yang sudah direncanakan di stasiun bawah tanah juga dipersiapkan dengan baik. Untunglah Bond datang tepat pada waktunya untuk menolong M. Lalu mereka pergi melarikan diri ke rumah tempat tinggal Bond di masa kecil yang berada jauh di pedesaan yang bernama Sky Fall.

Adegan puncak berada di rumah tersebut. Sebenarnya adegan aksi dan tembak-menembaknya biasa saja dan tidak terlalu istimewa namun digarap dengan baik sehingga menawan untuk dilihat. Sekali lagi film ini bercerita mengenai M dan pada seri ini M akhirnya mati. Kemudian M digantikan oleh Mallory (Ralph Fiennes). Padahal diawal-awal cerita penonton digiring untuk mencurigai Mallory sebagai biang teror tsb mengingat dia paling semangat untuk membubarkan organisasi agen rahasia tsb.

Ada beberapa kelemahan yang penulis temukan dalam film ini. Pada adegan awal Bond mengalami dua kali kena tembak, yang pertama ditembak oleh teroris dan yang kedua oleh Eve. Tapi dari luka yang ada hanya luka tembakan dari teroris yang terlihat bekasnya dan hanya ada satu luka saja yang terlihat saat Bond tidak memakai baju. Padahal tembakan dari Eve mengakibatkan Bond jatuh dari kereta api dan terlihat parah. Kemudian, tidak dijelaskan mengapa Severine tiba-tiba ditahan oleh Silva padahal merupakan kaki tangannya sendiri dan juga selama di kapal pengawal-pengawalnya begitu hormat. Hal lainnya, tidak dijelaskan mengapa Silva bisa lolos dari penjara yang ketat. Sebaiknya ditampilkan caranya meloloskan diri tentu akan tambah menarik. Lalu, Mallory yang merupakan atasan M menggantikannya sebagai Boss baru di markas besar. Lucunya, hal ini berarti Mallory turun pangkatnya.

Bond kali ini dibuat untuk lebih terlihat manusiawi. Ada perasaan sedih, galau dan risau yang menyelingkupinya. Ada bayangan kekuatiran dan ketidak percayaan diri yang ditampilkan secara lebih natural. Dan tentu saja ada gadis-gadis pendamping yang cantik-cantik. Soundtrack dalam film ini dibuat oleh Adele dan dinyanyikannya sendiri. Lagu yang cukup menarik yang bisa membuat hati melankolis namun sekaligus bisa membuat semangat yang tinggi. Secara keseluruhan film ini bagus sekali sehingga tidak terasa durasi selama dua jam lebih membuat penonton betah untuk duduk sampai film berakhir.