Wednesday, 19 December 2012

The Assassins




The Assassins
-----------------
 

Kisah tentang Sam Kok yang berarti tiga negara sangat dikenal dimana-mana, tidak hanya dari negeri asalnya China saja melainkan dari hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ketiga negara tersebut adalah Shu (Siok), Wei (Gwei) dan Wu (Gouw) yang saling bermusuhan satu sama lain. Sudah banyak film-film yang mengadaptasi ceritanya misalnya Three Kingdoms dengan bintangnya Andi Lau dll. Yang paling menarik menurut penulis adalah Red Cliff dengan bintangnya Toney Leung dan Takeshi Kaneshiro serta sutradaranya yaitu John Woo.

Jangan terjebak dengan judulnya yang menunjukkan seolah-olah film ini adalah film action silat atau merupakan film perang kolosal. Sebenarnya film ini adalah film drama yang dibumbui dengan sedikit perkelahian. Jadi jangan berharap akan ada pertarungan hebat atau duel satu lawan satu dengan mengerahkan ilmu silatnya. Film ini ingin bercerita dari sudut pandang lain dari kisah Sam Kok.

Adegan pembuka diawali dengan suara kresek-kresek dengan latar belakang layar yang gelap sekaligus menampilkan nama-nama pemainnya. Lalu berubah dengan menampilkan gambar berupa sosok sekor semut yang sedang berjalan di terowongan lubang tanah. Rupanya suara kresek-kresek tadi adalah suara semut. Dari lubang tersebut terlihat ada dua anak kecil yang sedang berlari dan dikejar oleh pasukan tentara berkuda. Mereka berhasil menangkapnya. Cukup unik gambar di sesi awal ini.
 
Kedua anak kecil tersebut yang perempuan bernama Ling Ju (dewasanya diperankan oleh Liu Yi Fei)  dan yang laki-laki bernama Mu Shun (dewasanya diperankan oleh Hiroshi Tamaki). Mereka ditawan sekaligus dilatih menjadi pembunuh-pembunuh bersama dengan anak-anak lainnya. Sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut peran pembunuh ini apa dan bagaimananya. Sutradara Linshan Zhao kurang bisa menampilkan keahlian dan keterampilan silat selama dalam kamp tawanan.
 

Cerita meloncat ke dewasa dimana Cao Cao (Chow Yun Fat) yang merupakan perdana menteri dinasty Han dan menginginkan gelar raja negara Wei. Disampingnya hadir seorang wanita cantik yaitu selir Ling Ju. Ternyata dia berselingkuh dengan Mu Shun secara back street yang memang merupakan teman sejak kecilnya. Mu Shun sendiri ingin membunuh Cao Cao tapi tidak jadi. Sayangnya secara tak sengaja Mu Shun dilukai oleh Ling Ju ddak an pada akhirnya tewas.


Ling Ju secara mengejutkan memilih bersama Mu Shun menunggangi kuda dan meloncat bunuh diri. Tampak ada kelemahan disini, yaitu pada saat pengambilan gambar bunuh diri.. Tubuh keduanya melayang di udara secara slow motion namun kudanya tidak tampak lagi alias menghilang. Padahal jatuhnya di jurang berbarengan.
 
Chow Yun Fat bermain kurang bagus dan tidak maksimal dalam memerankan tokoh tersebut. Hal ini bisa jadi karena sang sutradara adalah alasannya yaitu masih baru dan film ini adalah debut pertamanya. Sayang kan kalau bintang besar tapi permainannya biasa-biasa saja. Pemain-pemain lainnya juga demikian adanya, tidak ada yang istimewa.
 
 
.

 

No comments:

Post a Comment