Friday, 24 August 2012

Perahu Kertas


Perahu Kertas
---------------------

Sebuah cara yang paling mudah dan gampang untuk membuat film dengan mengadaptasi dari sebuah novel yang telah beredar dan laris dipasaran. Orang-orang sudah membacanya dan sudah mengenal karakter tokoh-tokohnya serta alur ceritanya. Tentu saja motif ekonomi menempati posisi nomor atas dengan harapan pembaca novel tersebut akan menonton ditambah orang yang belum membaca juga menontonnya. Sebuah pangsa pasar yang jelas hitung-hitungannya.

Film ini dibuat berdasarkan adaptasi dari novel berjudul yang sama hasil karya Dee pada tahun 2009. Novel yang dilaunching pertama kalinya dengan cara yang unik yaitu dalam bentuk digital sudah ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Dee adalah nama nickname yang dipakai oleh Dewi Lestari dalam menulis karya-karyanya. Sebagai mantan personil dari group vokal RSD (Rita Sida Dewi), dia lebih dulu dikenal sebagai penyanyi dari pada penulis novel. Dia juga bertindak sebagai penulis skenario dalam film yang di sutradarai oleh Hanung Bramantyo ini. Sayangnya cerita yang diambil dari novel dengan tebal 444 halaman ini di buat dengan berseri sehingga terkesan diulur-ulur. Untuk film seri pertama ini, setidaknya mengacu pada novel sampai pada halaman 328. Baik Dee maupun Hanung keduanya menjadi cameo sebagai ibu Wanda dan penonton galery lukisan. Istilah cameo mempunyai arti seorang yang terkenal ikut main walau hanya selintas saja.

Penulis ingin mengulas tentang filmnya dulu karena penulis menonton filmnya lebih dulu dari pada membaca novelnya. Setelah itu baru mengulas kesesuaian cerita dan karakter yang ada dibandingkan dengan novelnya karena penulis sudah membaca novelnya dalam waktu 1 hari. Jadi adil rasanya untuk menilai sebuah film bagus atau tidak, sesuai atau tidak dengan ikut membaca novelnya juga.

Keenan yang diperankan oleh Adipati Dolken tampak kurang sesuai dengan keadaan fisiknya yang seperti pecandu narkoba dengan mata yang agak cekung serta cara berpakaiannya yang tidak menunjukkan bahwa dia pernah tinggal lama di belanda. Cara bicara dan logatnya sama sekali tidak menunjukkan kebarat-baratan atau kebelanda-belandaan melainkan 100 persen Jakarta banget, walaupun dalam beberapa dialog dengan ibunya menggunakan bahasa Belanda. Seharusnya meniru Wanda (Kimberly Rider) yang menggunakan dialog dengan sisipan bahasa Inggris sekali-sekali. Cara berpakaiannya sudah sesuai dengan gaya hidup yang dianutnya.

Kugy yang diperankan oleh Maudy Ayunda bermain biasa-biasa saja. Tampilan wajahnya hanya cocok untuk suasana yang gembira tetapi kurang cocok untuk suasana yang sedih atau menangis. Agak susah membedakan dia lagi menangis atau tertawa karena ekspresi wajahnya hampir sama dan kelopak mata yang hampir tak terlihat serta pipi yang cenderung tembem. Hanya air mata saja yang bisa menunjukkan dia lagi menangis. Kalau diperhatikan giginya selalu terlihat terus, padahal dalam adegan tertentu mulut yang tidak bisa menutup adalah tidak cocok.

Noni yang diperankan oleh Sylvia Fully bermain standard, tidak lebih dan tidak kurang. Sedangkan Eko yang diperankan oleh Fauzan Smith bermain bagus dan hidup. Walaupun porsinya sedikit namun karakternya sesuai sekali. Gaya bahasa dan cara bicaranya serta tingkah polanya terlihat menarik.

Cerita yang disajikan oleh sang penulis skenario terlihat datar dan kering serta hambar. Sang sutradara juga tidak bisa mengatasinya dengan menghadirkan keunggulan-keunggulan visual dalam film. Tidak ada konflik yang tampak disini. Orang tua yang marah karena anaknya tidak mau menuruti keinginannya sudah biasa. Anak yang minggat dari rumah itu juga sudah biasa. Seharusnya hal yang biasa ini bisa diolah menjadi hal yang luar biasa namun hal itu tidak mampu dilakukan oleh sang sutradara. Keintiman Keenan dan Kugy tidak bisa dimunculkan dan ditafsirkan dengan baik. Bosan dan jenuh karena tidak ada lonjakan intensitas dalam drama yang disajikannya.

Alur yang melompat-lompat kesana kemari tanpa ada esensi yang jelas agak membingungkan mau dibawa kemana arahnya. Mana yang Jakarta dan mana yang Bandung agak susah mencernanya. Tampak bom bali 1 seolah-olah terjadi pada malam tahun baru padahal seharusnya bulan oktober. Demikian juga disinggung mereka mau menonton film Matrix nya Keanu Reaves saat mereka sudah kuliah. Padahal film tersebut rilis pada akhir Maret atau awal April 1999 sedangkan mereka kuliah mulai bulan Agustus 1999, sudah bubar bukan ?.
Terjemahan teks bahasa Inggrisnya banyak yang salah sebagai contoh pasukan alit kadang kala diterjemahkan sebagai wind troop (pasukan angin). Terjadi pula teks yang muncul apa bicaranya apa, misalnya muncul teks go great miss Ugy, padahal dialognya bicara lain.

Setelah membaca novelnya, penulis dapat menilai ternyata apa yang ada dalam novelnya tidak seburuk seperti yang digambarkan dalam filmnya. Banyak hal yang tidak ada didalam filmnya baik yang bersifat minor maupun mayor. Ada juga penyampaian yang berbeda antara novel dan filmnya sehingga mengurangi arti otentik itu sendiri dari sumbernya.

Pertama, latar belakang Keenan yang tinggal di Belanda tidak ditampilkan padahal itulah bab pembuka dalam bukunya. Kedua, pada film pertemuan pertama kalinya Keenan dan Kugy dengan cara Kugy membathin dan mencarinya dengan tangan disamping kepala alias radar. Sedangkan pada buku, dengan cara mengumumkan melalui mikrofon stasiun. Itupun sebenarnya pertemuan yang kedua, pertemuan yang pertama dengan cara memanggil-manggil nama Keenan namun karena gengsi mereka tidak tahu.

Ketiga, pada film Kugy tidak datang pada pembukaan pameran lukisan di galery Warsita sedangkan di buku Kugy datang. Keempat, di film mereka berempat menyebut dirinya geng pura-pura ninja yang merupakan plesetan dari kura-kura ninja sedangkan di buku mereka berempat menyebutnya dengan geng midnight karena seringnya mereka nonton midnight berempat.

Kelima, pada film Remy pertama kali membeli lukisan Keenan secara langsung bertatap muka sedangkan pada buku tidak bertemu langsung karena tanpa setahu Keenan dan dia masih di Bandung. Keenam, pada film lukisan yang terjual pertama kali adalah lukisan yang dibuat di Bali sedangkan pada buku lukisan yang dibuat di Bandung.

Ketujuh, pada film Keenan belum terkenal lalu balik dari bali ke Jakarta sedangkan pada buku Keenan sudah terkenal baru balik dari Bali ke Jakarta. Kedelapan, pada film tidak terlihat keintiman antara Kugy dan remy sedangkan pada buku terlihat sangat intim.

Kesembilan, di film ada dua ide yang berbeda tentang iklan produk baru coklat sedangkan di buku ada tiga ide. Kesepuluh, di film orang yang memberikan kotak ke Noni adalah pembantunya sedangkan dibuku adalah mahasiswi baru.

Kesebelas, pada film sudah ada lukisan karya Keenan yang dipasang sebelum Kugy kerja di Advocado sedangkan pada buku setelah Kugy kerja disana. Keduabelas, di film tidak ada pamitan Kugy ke Noni sebelum pindah ke Jakarta sedangkan di buku ada pamitan Kugy.

Ketigabelas, di buku ada kecemburuan Noni kepada Kugy karena memergoki Eko merangkul Kugy setelah diumumkan lulus ujian sedangkan di film tidak ada.

Dee sebagai penulis novel dan sekaligus penulis skenarionya seharusnya mengimplementasikan semua imajinasinya yang ada dalam novel ke dalam bentuk visualnya secara lengkap karena hanya dialah yang tahu apa yang diinginkannya. Namun sayangnya duet dengan sang sutradara tampaknya tidak berhasil menggarap sama dengan novelnya. Penulis berpendapat film ini gagal mengusung roh dan jiwa dari novel itu sendiri.

Tanah Surga...Katanya



Tanah Surga...Katanya
---------------------------------

Sudah menjadi pemandangan umum bila banyak warga negara Indonesia merantau dan bekerja di Malaysia, sebuah negara yang diklaim sebagai serumpun dan sebahasa. Sesuai dengan pepatah mengatakan rumput halaman tetangga lebih hijau dari rumput halaman sendiri maka banyak orang-orang Indonesia yang bekerja atau bahkan pindah dan menjadi warga negara di sana. Sebuah fenomena yang sering terdengar namun tiada pernah teratasi. Untuk itulah film ini sedikit menguak sisi kehidupan lain sebuah keluarga di sebuah desa kecil pada perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Film yang bergenre drama satire ini diproduseri oleh Deddy Mizwar dan Brajamusti yang akrab dipanggil Aa Gatot. Istilah satire mempunyai arti sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Mereka berdua juga tampil sebagai cameo yaitu menjadi seorang pejabat dan asistennya yang sedang berkunjung didesa. Herwin Novianto menyutradarai ini sebagai aksi keduanya setelah Jagad x code.

Cerita dimulai dengan kedatangan Haris (Ence Bagus) dari Serawak Malaysia, seorang duda yang mempunyai dua orang anak yaitu Salman (Osa Aji santoso) dan Salina (Tissa Biani Azzahra). Selama ini Haris bekerja di Serawak dan sesekali baru pulang ke kampung halamannya. Kedua anaknya dititipkan kepada ayahnya yang bernama Hasyim (Fuad Idris) yang sudah sakit-sakitan. Dia adalah mantan pejuang operasi dwikora yaitu perang melawan Malaysia.

Haris mengajak ayahnya untuk pindah ke Malaysia karena kondisinya lebih baik dengan adanya fasilitas kesehatan, mudah cari kerja dan lain-lain. Namun Haris menolaknya dengan alasan Indonesia adalah tanah surga dan lebih makmur serta alasan sejarah juga patriotisme bangsa. Haris hanya berhasil mengajak Salina saja sedangkan Salman tetap tinggal dengan sang kakek.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi disama lebih buruk dari Malaysia. Di sana tidak ada listrik dan penerangan masih memakai obor tetapi di Serawak sudah ada listrik dan lampu. Di sana jalanan masih bebatuan tetapi di Serawak jalanan sudah beraspal. Disana tidak ada toko yang berdagang tetapi di Serawak banyak toko yang menyediakan segala keperluan. Bahkan mata uang disana memakai ringgit mengikuti mata uang Malaysia.

Fasilitas pendidikan juga sangat minim dengan hanya ada satu guru saja yang bernama Astuti (Astri Nurdin) yang mengajar rangkap kelas tiga dan kelas empat. Bahkan sempat vakum selama satu tahun karena tidak ada gurunya. Fasilitas kesehatan juga sempat kosong dan untunglah datang dokter Anwar (Ringgo Agus Rahman) yang dipanggil dengan sebutan dokter Intel. Dokter Anwar sempat naksir pada Astuti sampai-sampai memberikan hadiah shampo, maklumlah shampo saja sulit di dapat di desa tersebut. Keduanya menunjukkan pengorbanan dan cintanya akan penduduk desa.

Astri Nurdin dapat berperan dengan baik sesuai porsinya sebagai seorang guru yang menunjukkan wibawanya dan bijaknya. Raut wajah dan bicaranya cocok sebagai orang Melayu. Agus Ringgo bermain biasa-biasa saja seperti peran-peran yang dilakoni sebelumnya. Mungkin orang sudah sering melihat karakter yang agak lucu dan karakter tersebut melekat juga dalam film ini. Fuad Idris juga bagus dalam memerankan sosok tua yang mencintai negeri yang bernama Indonesia. Gurat-gurat wajah yang menahan emosi serta pertentangan batinnya dapat terlihat dengan baik. Osa Aji Santoso terlihat potensinya namun masih harus banyak jam terbangnya untuk menjadi aktor cilik berbakat.

Kekurangan dalam film ini yaitu tidak tampak murid-murid kelas satu, kelas dua, kelas lima dan kelas enam apa dan bagaimana mereka. Sayangnya sang sutradara kurang mengeksplorasi keindahan alam dan nuansa desa yang seharusnya dapat lebih maksimal. Menurut penulis sudut pengambilan gambar kurang kreatif sehingga beberapa adegan terutama di malam hari terlihat gelap. Juga alur cerita yang tidak berujung sehingga tidak ada greget akhir yang ingin dicapai.

Kelebihan dalam film ini adalah tema yang diangkat patut diacungi jempol dari pada tema horsex alias horor sexy yang ada selama ini. Jarang sekali film yang mengangkat rasa nasionalisme bangsa dengan cara unik tanpa perang dan darah seperti ini. Termasuk posisi Indonesia digambarkan ”kalah” dalam film ini sebagai bentuk sindirin terhadap pemerintah pusat, pejabat daerah dan kita semua. Suatu bentuk kejujuran atas realita yang ada.

Thursday, 23 August 2012

Iron Sky



Iron Sky
-------------

Penulis sempat terkecoh ketika menonton film ini karena sebelum menonton menganggapnya sebagai sebuah film action yang serius namun kenyataannya adalah terbalik, film ini merupakan sebuah film komedi yang akan membuat anda tertawa di dalamnya. Siapa sangka, bila dilihat dari judulnya tampak biasa-biasa saja dan tidak ada yang aneh seperti pada judul film komedi umumnya yang melenceng. Demikian juga poster yang terpampang di gedung bioskop menunjukkan pose orang-orang yang serius dan gambar pesawat ruang angkasa serta ledakan api. Tidak ada gambaran tingkah laku orang atau sesuatu yang mengundang tawa. Ditambah lagi adegan pembuka yang sangat-sangat serius yang menunjukkan salah satu astronot Amerika menemukan markas nazi Jerman di bulan namun ketahuan dan akhirnya ditembak oleh tentara nazi.

Film ini bukan produksi Hollywood Amerika melainkan produksi gabungan dari beberapa negara yaitu Jerman, Finlandia dan Australia. Film yang bergenre komedi perang ini disutradarai oleh Timo Vuorensola yang berasal dari Finlandia. Dia menggarap film ini cukup lama yaitu sekitar 7 tahun karena tingkat kesulitannya dan tentu saja ingin hasilnya bagus.

Pada tahun 2018 Amerika mengirim astronotnya ke bulan namun yang dijumpainya ternyata adalah markas tentara nazi Jerman. Salah satu astronot yang tertangkap bernama James Washington (Christopher Kirby) yang berkulit hitam. Warna kulit inilah yang membuat para nazi heran dan melakukan penelitian terhadap tubuhnya. Doktor Richter (Tilo Prückner) yang merupakan seorang ilmuwan tua dengan gaya dan model Einstein memberikan ramuan yang mengubah warna kulit Washington menjadi bule seperti ras arya pada umumnya. Doktor Richter juga membangun sebuah pesawat tempur terbesar bernama Gotterdammerung yang bisa menghancurkan bumi. Dia mempunyai anak perempuan bernama Renate (Julia Dietze) yang merupakan pakar tentang bumi. Diam-diam Renate menyukai Washington.

Jendral nazi yang bernama Klaus Adler (Götz Otto ) mempunyai keinginan untuk menyerang bumi bahkan sampai rela membunuh pimpinannya sendiri. Dia berharap dapat mengawini Renate agar mendapatkan keturunan ras Arya yang sempurna namun jiwa Renate berkata lain.
Rupa-rupanya pada saat akhir perang dunia kedua di tahun 1945 tentara nazi mempunyai program rahasia di angkasa luar dan sisa-sisa tentara melarikan diri ke sana, yaitu di bulan. Mereka membangun benteng pertahanan dan pasukan piring terbang dengan teknologi yang masih kuno. Sehingga diperlukan telepon genggam atau komputer versi bumi untuk membantu mereka menjalankan program rahasia tersebut.

Seperti biasanya Presiden Amerika Serikat yang kali ini berjenis kelamin perempuan memimpin PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) untuk melawan serangan nazi tersebut. Amerika Serikat mengerahkan pesawat ruang angkasa khusus yang disebut USS George W Bush. Australia juga mengirim pesawat tempur ruang angkasa bernama Dundee. Ada juga MIR dan pesawat-pesawat dari negara lainnya. Akhirnya, kemenangan berada di tangan Amerika dan kawan-kawannya. Namun siapa sangka bila suatu bentuk keserakahan akan menghancurkan mereka sendiri. Ya, karena ingin berebut tambang Helium 3 maka mereka yang semula bersatu melawan nazi justru saling berperang sendiri satu sama lain. Hancurlah mereka semuanya.

Yang patut diacungin jempol adalah permainan Julia Dietze yang pas memerankan karakter tersebut. Sosok tentara Jerman yang sangat kentara sekali pada wajahnya yang kebetulan berasal dari Jerman juga. Di suatu saat bisa tampak keras dan dilain waktu bisa tampak kalem.

Mengingat film ini bergenre komedi maka abaikanlah hal-hal yang tidak masuk akal dan jangan dianggap serius. Sayangnya pengambilan gambar dilakukan dengan agak keabu-abuan seperti setengah hitam putih terutama untuk gambar di markas nazi. Kalaupun ingin memberikan kesan kuno atau klasik, menurut penulis tidak harus seperti itu. Toh generasi piring terbang adalah generasi modern.

Wednesday, 22 August 2012

Seven Something



Seven Something
-------------------------

Cinta merupakan sebuah kata yang terdiri dari lima buah huruf namun demikian mempunyai banyak makna. Cinta tidak mengenal usia, baik muda maupun tua bisa dihinggapinya. Dia bisa membuat orang mabuk kepayang, menangis dengan sedihnya dan tertawa dengan gembiranya. Dia datang dengan cara yang unik, tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dipaksakan. Yang jelas dia datang untuk kebahagiaan. Hal-hal yang demikian akan anda temukan dalam film ini.

Film ini merupakan film berjenis omnibus dengan tiga buah cerita yang dibuat oleh tiga sutradara yang berbeda. Istilah omnibus memiliki arti yaitu kumpulan cerita yang dirangkai menjadi satu dan mempunyai satu faktor yang sama. Dalam film ini faktor yang sama adalah kelipatan angka 7 mengingat taglinenya berbunyi “setiap 7 tahun sesuatu berubah”. Film pertama berjudul 14 dan film kedua berjudul 21/28 serta film ketiga berjudul 42.195.

Film pertama bercerita tentang cinta sepasang remaja ABG (anak baru gede) yang bernama Puan dan Milk. Puan adalah seorang cowok yang hobinya photography dan shooting video lalu menguploadnya ke dunia maya internet. Milk adalah seorang gadis cantik yang rela menjadi obyek model dari hobi pacarnya itu. Keduanya bersekolah di SMP yang sama. Jalinan cinta kasih anak ABG ini cukup unik dan tentu saja ada momen putus dan sambung lagi. Pemaparan cinta oleh sang sutradara terhadap anak usia 14 tahunan ini terbilang wajar, pegang tangan dan tertawa bersama dan cium pipi. Tampilan dunia internet misalnya facebook dan you tube juga dipajang menarik serta icon animasi sebagai tambahan juga terlihat ok. Spesial efek juga cukup menarik walaupun sederhana.

Puan membuat suatu kesalahan dengan merekam dan mengupload video Milk yang sedang menyanyi dengan baju tidur. Seharusnya komunikasi lewat skype tersebut hanya diperuntukkan buat Puan seorang, bukan untuk direkam dan dipertontonkan kepada semua orang. Terlebih lagi dengan komentar-komentar dari penonton yang kadang nakal dan sedikit negatif saat melihat bagian tubuh Milk yang terbuka. Dia tidak siap dengan semuanya itu dan merasa malu, tentu saja dengan usianya yang masih ABG. Apalagi bila sudah masuk ke internet pasti akan menyebar kemana-mana. Walaupun Puan sudah menghapusnya tetap saja ada orang lain yang menguploadnya kembali di internet. Akhirnya Milk memutuskan hubungannya dengan Puan. Cinta membuat kesedihan diantara mereka, permintaan maafpun tidak bisa menyatukan kembali mereka.

Kekurangan dari film ini adalah pada adegan di dalam bis, suara anak-anak kecil didubbing dengan suara orang dewasa dan kurang enak didengar. Entahlah bagi orang-orang Thailand sendiri apakah ini semacam lelucon bagi mereka tapi tidak bagi penulis.

Film kedua bercerita tentang cinta sepasang manusia dewasa yang bernama Jon dan Mam. Jon adalah seorang aktor yang pernah mendapat penghargaan aktor yang paling bersinar. Sedangkan Mam adalah seorang artis yang kabarnya berselingkuh. Awalnya, keduanya dipertemukan pada saat bermain dalam film yang sama berjudul ”Sea You” yang sukses dipasaran. Menurut penulis seharusnya berjudul see you, lebih cocok dan pas. Jon berperan sebagai boy band dan Mam berperan sebagai penyanyi group To Die For.

Jon tidak setuju dengan keputusan Mam yang bermain film dengan banyak adegan ciumannya, terlebih lagi lawan mainnya adalah laki-laki yang terkenal dengan ciumannya. Akhirnya pertengkaran dan perselisihan hari demi hari membuat mereka putus. Jon akhirnya memutuskan gantung sepatu alias mundur dari dunia film dan bekerja sebagai penyelam di Sea World. Mam juga tidak bersinar lagi bintangnya dan hanya mendapat peran sebagai figuran saja.

Setelah tujuh tahun ada rencana dari seorang pembuat film untuk membuat film lanjutan dari Sea You yang berjudul Sea You Again. Tiba-tiba Mam muncul dihadapan Jon dan mengajaknya untuk ikut main film lagi. Pada saat ada janji casting dengan sutradara, Mam menunggu Jon yang tidak muncul-muncul dan memang akhirnya tidak muncul juga. Peranpun lari ke tangan orang lain yang lebih muda dari mereka.

Kelebihan dari film ini adalah peran Jon di saat dulu dan sekarang yang berbeda dapat ditampilkan dengan baik. Jon yang dulu kelihatan tampan, muda dan gembira bisa terekspos dengan baik. Sedangkan Jon yang sekarang tampak gemuk, sedikit kucel dan perut gemuk bisa dimainkan dengan bagus. Yang menarik adalah pada saat Jon meraih penghargaan dan menerima piala, ekspresi wajah dan gerak langkah serta tubuh dapat menunjukkan hatinya yang sedang galau, bagus sekali. Model cerita flasback banyak terjadi di film ini namun caranya berbeda dengan kebanyakan film. Penulis mempunyai patokan bahwa bila Jon tampil berambut pendek maka itu adalah masa lalu dan bila Jon tampil berambut gondrong maka itu adalah masa kini.

Film ketiga bercerita tentang cinta sepasang manusia dewasa bernama Kun dan anak muda bernama Milo (Nichkhun 2PM). Disini memang agak klise namun sutradara dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang menarik. Kita sudah sering mendengar percintaan orang dewasa dan anak muda. Yang dewasa akhirnya sadar dan memutus cintanya karena takut calon mertuanya tidak setuju. Terdengar umum bukan ? tapi film ini dikemas lain.

Kun dan Milo berkenalan secara tidak sengaja karena menabrak saat lari-lari di taman. Kun adalah seorang wanita yang baru saja ditinggal mati oleh suaminya karena kecelakaan pesawat terbang enam bulan lalu. Milo adalah seorang anak muda yang sedang latihan lari karena ingin mengikuti Bangkok Giant Marathon yang berjarak 42,195 km. Keduanya sering bertemu dan mengobrol akhirnya Kun juga tertarik untuk ikut lari dan marathon. Pepatah jawa mengatakan witing tresno jalaran soko kulino yang kalau diartikan cinta tumbuh karena sering bertemu. Ya, pepatah tersebut telah terjadi terhadap dua anak manusia yang berbeda jauh usianya. Cinta itu butuh perjuangan dan pengorbanan seperti seorang pelari marathon yang menempuh jarak 42,195 km. Kadangkala ditengah jalan berhenti dan tidak kuat lagi sehingga butuh support dari orang lain. Demikian juga cinta, cinta tidak bisa lari sendirian, dia membutuhkan pasangannya, separuh nafasku dan separuh nafasmu, kira-kira demikian.

Kelebihan dari film ini adalah pengambilan gambar yang bagus dan jelas. Sudut pengambilan gambar yang cukup cerdik dalam memainkan kamera sehingga hasilnya bagus. Sekelebat juga tampak pada neon box iklan pinggir jalan mengenai sea you again (film kedua).

The Expendables 2



The Expendables 2
---------------------------

Film ini merupakan seri kedua dari film sebelumnya yang dirilis pada tahun 2010 namun demikian cerita yang ada bukan merupakan kelanjutan dari yang pertama alias berdiri sendiri. Jadi penonton yang tidak menonton pada seri pertamanya tidak perlu kuatir akan kehilangan alur ceritanya. Masih dibintangi oleh aktor yang sama yaitu Stallone dan kawan-kawan.

Cerita dimulai ketika Barney Ross (Stallone) seorang pimpinan dari sekelompok tentara bayaran mendapat tugas dari Church (Bruce Willis) untuk menemukan sebuah kotak penting yang berada dalam suatu pesawat terbang. Kotak tersebut merupakan sebuah komputer yang berisi peta dari tambang plutonium yang sudah ditutup. Sayangnya pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan jatuh di daerah Albania. Ditemani oleh seorang cewek bernama Maggie (Yu Nan) yang merupakan ahli computer mereka berusaha menemukan kotak tersebut.

Kotak sudah ditemukan namun sayangnya salah satu anggota tim bernama Billy the Kid (Liam Hemsworth) tertangkap dan terbunuh oleh Vilian (Van Damme) dan kelompoknya. Tidak hanya itu saja, kotak juga berhasil dirampas oleh mereka. Timbul rasa kesedihan dan ingin balas dendam maka Barney mengajak kawan-kawannya untuk mengejar Vilian.

Dalam salah satu pertempurannya dengan kelompok Sang yang merupakan kaki tangan Vilian, Barney terdesak dan terpojok. Untunglah datang penyelamat yaitu Booker (Chuck Norris) yang merupakan teman lama Barney. Hal-hal yang terjadi secara kebetulan seperti ini sangat penulis sayangkan. Mengapa ? tentu saja terlalu menggampangkan untuk menang. Tidak hanya sekali tetapi beberapa kali. Pada saat Barney terjebak didalam gua dan tidak bisa keluar, tiba-tiba datang Trench (Arnold Schwarzenegger) yang datang dengan kendaraan pengebor. Pada saat terjadi tembak-menembak di bandara, Barney yang terpepet dibelakang meja, tiba-tiba datang pertolongan dari Booker dengan senjata otomatisnya. Seharusnya kebetulan-kebetulan seperti ini dihindarkan atau dibuat dengan cara lain. Juga Church yang tiba-tiba muncul dan memberikan pertolongan.

Kelemahan dalam film ini adalah pertama aktor-aktor yang main sudah terlihat sangat tua dan tidak energik. Stallone sudah terlihat tua dan keriput dengan suara yang sudah lemah apalagi dalam pose tertentu wajahnya terlihat aneh terutama alis matanya. Arnold Schwarzenegger dan Chuck Norris terlihat seperti mengalami tusiran di wajahnya dengan special efek agar terlihat lebih mudah namun tetap saja kelihatan tua seperti kakek-kakek. Hanya Bruce Willis dan Van Damme yang kelihatan tidak terlalu tua. Kedua, aktor-aktor yang bermain hanya tampil sebentar saja yaitu sebagai pelengkap saja. Jet Li yang tampil hanya di awal saja, demikian juga Arnold Schwarzenegger, Bruce Willis dan Chuck Norris. Mungkin keinginan produser untuk menghadirkan aktor-aktor terkenal sebanyak mungkin walau hanya sebentar. Ketiga, Plutonium yang terjatuh dari truk dan tercecer di bandara tidak meledak bahkan dengan adanya tembak-menembak padahal plutonium adalah bahan dasar bom yang mudah meledak.

Sebagai sebuah film action memang cukup seru dan penuh dengan adegan tembak menembak namun tidak ada makna khusus yang dapat diambil. Jadi film ini adalah berjenis popcorn yaitu setelah selesai menonton ya sudah berakhir. Atau dengan kata lain yaitu suatu cara untuk menghabiskan waktu luang, layaknya sedang makan popcorn yang ringan.

The Flowers of War



The Flowers of War
---------------------------

Kisah tentang perang mungkin adalah cara yang mudah untuk menggali potensi konflik dan kesedihan yang menyayat hati dengan memunculkan salah satu pihak sebagai musuh dan dipihak lain sebagai pahlawan dan tentu saja sekaligus sebagai pemenang perang. Bunyi tembakan, gemuruh kendaraan tank dan ledakan bom selalu mendominasi dalam film perang namun dalam film ini dibuat menjadi minor porsinya. Sutradara Zhang Yimou membuat film ini dengan meninggalkan kesan sebagai film perang pada umumnya dan tentu saja mengenyampingkan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Dia adalah seorang sutradara yang berhasil meraih penghargaan dan nominasi dari berbagai ajang festival international. Hasil buah karyanya antara lain Hero, Curse of the golden flower dan Raise the red lantern. Film inipun juga masuk nominasi dalam ajang penghargaan Golden Globe.

Film ini mempunyai judul asli Jin Ling Shi San Chai yang diadaptasi dari sebuah novel karya pengarang Gelin Yang. Berkisah tentang tragedi di kota Nanking dimana Jepang melakukan invasinya ke daerah tersebut. Sebuah tragedi yang sangat menyedihkan dengan memakan korban nyawa sejumlah 300.000 orang dan 80.000 wanita diperkosa. Sebuah fakta yang mirip terjadi pada saat penjajahan Jepang di Indonesia. Isakan tangis, teriakan minta tolong dan lelehan air mata akan mewarnai adegan dalam film ini. Drama dan pertarungan batin lebih dominan disajikan dalam alur ceritanya.

Alur cerita dimulai dengan adanya peperangan dalam kota Nanking antara tentara China dan tentara Jepang. Rupa-rupanya tentara China kalah oleh serangan yang bertubi-tubi dan jumlah personel yang cukup banyak oleh tentara Jepang. Adegan pertempuran cukup menarik walaupun ditampilkan dengan sederhana namun bisa mengena di hati penonton. Walaupun pada awalnya sedikit sulit untuk membedakan mana yang tentara China dan mana yang tentara Jepang karena wajah mereka hampir sama.

Banyak penduduk yang mengungsi dan tak terkecuali orang asing dari Amerika yaitu John (Christian Bale) yang pekerjaan sebenarnya adalah mengurus orang mati dan menguburkannya. John yang tujuannya pergi ke sebuah gereja bertemu dengan murid-murid perempuan dari gereja tersebut namun sayangnya justru murid-murid perempuan ini pergi dari gereja untuk melarikan diri karena perang. Mereka akhirnya memutuskan kembali ke gereja bersama John. Disamping itu terdapat segerombolan wanita yang akhirnya diketahui sebagai pelacur ikut mengungsi ke gereja tersebut.

John yang sebenarnya adalah orang yang suka mabuk-mabukan dan ingin mengambil uang atau barang-barang yang berguna dari gereja tersebut. Sifatnya yang kurang baik dibenci oleh George (Tianyuan Huang) seorang anak pastor yang melindungi murid-murid perempuan selama ini. John juga naksir dengan seorang pelacur bernama Yu Mo (Ni Ni) dan ingin membayarnya sebagaimana biasa dilakukan oleh pria hidung belang. Yu Mo bukanlah pelacur biasa melainkan kepala dari pelacur-pelacur kelompoknya atau setidaknya lebih senior. Tidak hanya itu, dia lebih berpendidikan dan bisa berbahasa Inggris sehingga membuat John makin tertarik. Yu Mo berharap John mau membantunya melarikan diri ke luar kota namun Shu (Zhang Xinyi) dan murid-murid perempuan justru menginginkan John tetap tinggal dan melindungi mereka.

Tentara Jepang masuk kedalam gereja dan menangkapi murid-murid perempuan untuk diperkosa namun John yang kebetulan mencoba menggunakan pakaian pastor berusaha menghalanginya. Dengan mengaku sebagai pastor dan orang Amerika, dia berharap tentara Jepang mau pergi dari gereja tetapi diacuhkan saja oleh mereka. Rupa-rupanya sang komandan dari pusat mendengar akan adanya murid-murid perempuan ini maka dia yang kebetulan suka musik ingin mendengar nyanyian mereka. Sebagai imbalan, sang komandan memberikan bahan makanan untuk para murid dengan catatan ingin mendengarkan lagi nyanyian mereka dan dilarang pergi meninggalkan gereja. Ini semua hanya tipu muslihat sang komandan saja dimana sebenarnya mereka akan disuruh menyanyi dan menghibur dihadapan para pejabat-pejabat Jepang lainnya dalam suatu acara perayaan. Apalagi mereka adalah masih perawan ting-ting.

John sadar bahwa sebenarnya murid-murid perempuan akan disuruh melayani dan berhubungan sex dengan pejabat-pejabat Jepang tersebut. Jumlah murid-murid perempuan sudah dihitung 13 orang jadi mereka harus berangkat semua. Murid-murid perempuan yang masih belum mengerti merasa kebingungan apalagi sebelumnya mengalami trauma hendak diperkosa. Akhirnya Shu dan kawan-kawannya berinisiatif bunuh diri sebagai bentuk mempertahankan harga diri. Tiba-tiba Yu Mo dan pelacur lainnya bersedia berkorban menggantikan mereka. Sehingga Shu dan kawan-kawan batal bunuh diri. Namun jumlah mereka hanya 12 orang dan masih kurang 1 orang. George pun yang laki-laki mengacungkan tangannya bersedia berkorban untuk didandani sebagai perempuan.

Akhirnya 13 orang tersebut dengan linangan air mata diangkut kedalam truk oleh tentara Jepang. Sedangkan John dengan murid-murid perempuan menggunakan truk yang sudah diperbaiki sebelumnya, pergi menuju luar kota. Tidak dijelaskan bagaimana nasib para pelacur tersebut dan para murid perempuan setelahnya.

Para pemain dapat memainkan perannya dengan baik terutama Christian Bale. Ekspresi wajahnya dan gerak tubuhnya memang mendukung sekali karakter yang dimainkannya. Pada saat sedih, takut dan gembira bisa ditampilkan dengan baik.

Tuesday, 21 August 2012

The Four



The Four
-------------

Film yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul The Four karya pengarang Woon Swee Oan menyajikan genre silat mandarin yang menarik dan berlatar belakang dinasti Song yaitu sekitar tahun 960 – 1120. Pengarang kelahiran Malaysia ini memberi nuansa cerita yang berbeda pada umumnya yaitu ada unsur semacam teka-teki dalam memecahkan suatu kasus. Konon film ini merupakan seri pertama dari trilogy yang akan dibuat.

The Four mengisahkan tentang empat orang pembela kebenaran yang bernama Leng Lingqi (Deng Chao) alias manusia srigala, Cui Lueshang (Ronald Cheng) alias pencuri jiwa, Tie Youxia (Collin Chou) alias tangan besi dan Sheng Yayu (Crystal Liu). Lingqi yang sejak kecil dipelihara oleh binatang srigala mempunyai sifat temperamental yaitu mudah marah dan mudah emosi. Bila sudah demikian maka tubuhnya akan berubah menjadi mirip srigala dengan gigi taringnya yang tajam dan matanya yang ganas. Lueshang adalah seorang penagih hutang atau debt collector yang mempunyai reputasi selalu berhasil menagih dan tidak pernah gagal. Ilmu silatnya tinggi dengan kelebihan dapat mencari dan mengendus keberadaan seseorang dengan cepat. Youxia mempunyai kelebihan pada tangannya yang kuat. Yayu adalah seorang gadis yang lumpuh kakinya sehingga selalu duduk pada kursi roda namun mempunyai kekuatan telepati yang dapat menggerakan benda-benda di sekitarnya. Disamping itu dia dapat membaca pikiran seseorang dihadapannya.

Kisah dimulai dengan penyelidikan departemen 6 atas hilangnya kotak pencetak uang koin dari gudangnya. Departemen 6 adalah petugas keamanan yang dibentuk oleh pangeran dan dikepalai oleh Liu. Ternyata adanya peredaran uang palsu di pasaran membuat resah dan gelisah masyarakat sehingga menjadi masalah nasional. Maka raja mengutus petugas suci yang dikepalai oleh Zhuge Zhengwo untuk menyelidiki otak dibalik peredaran uang palsu tersebut. Petugas suci adalah semacam agen rahasia yang terdiri dari Youxia dan Yayu serta beberapa orang lainnya. Jadi ada dua kelompok yang mempunyai kepentingan yang sama untuk menguak masalah uang palsu tersebut.

Penyelidikan mengarah kepada seorang bernama Jia San yang sedang membawa kotak pencetak uang koin yang hilang di sebuah rumah makan. Tiba-tiba datang pencuri jiwa yang tujuannya adalah menagih hutang kepada Jia San. Sayangnya kedatangan tersebut di waktu yang salah dan tempat yang salah. Mengapa ? karena departemen 6 dan petugas suci sudah mengepung tempat tersebut. Singkat kata, terjadilah pertarungan memperebutkan Jia San antara pencuri jiwa dan manusia srigala yang merupakan anggota departemen 6. Pencuri jiwa akhirnya tertangkap oleh pasukan departemen 6. Zhuge berusaha menyelamatkan pencuri jiwa dengan cara barter dengan Jia San.

Zhuge menawarkan kepada pencuri jiwa untuk bergabung dengan kelompok petugas suci dan tawaran tersebut akhirnya diterima. Kepala departemen 6 memecat manusia srigala karena dianggap bekerja sendirian tanpa komando pada saat menangkap Jia San. Namun sebenarnya ini adalah tak-tik saja karena tujuannya adalah menyuruh manusia srigala menyusup ke kelompok petugas suci dan menghancurkannya. Zhuge yang mendapat informasi bahwa manusia srigala dipecat maka menawarinya untuk bergabung dengan petugas suci. Manusia srigala menerima tawaran tersebut karena hal tersebut adalah tujuan yang diinginkannya.

Ji Yaohua adalah tangan kanan kepala departemen 6 namun dia adalah mata-mata musuh yang disusupkan kesana. Sebenarnya dia adalah anak buah dari An Shigeng seorang bangsawan kaki tangan dari Menteri Chai. An Shigeng adalah otak dari pemalsuan uang selama ini dan bukanlah Jia San. Yaohua ternyata adalah pacar dari manusia srigala, dengan memanfaatkan situasi maka dia memanas-manasi manusia srigala agar membunuh dan menghancurkan petugas suci. Hal ini dapat dideteksi oleh Yayu yang dapat membaca pikiran seseorang melalui telepatinya sehingga dia kurang suka terhadap Yaohua. Secara diam-diam manusia srigala jatuh hati terhadap Yayu namun sulit untuk mengatakannya.

Penyelidikan akhir terhadap pabrik uang palsu dapat ditemukan, namun pada saat dilakukan penggerebekan ternyata tempat tersebut sudah kosong. Rupanya hal tersebut sudah bocor siapa lagi kalau bukan Yaohua yang membocorkannya. Tiba-tiba petugas suci diserang oleh mayat hidup yang tidak bisa mati dan sulit dikalahkan yang dikendalikan oleh An Shigeng. Semuanya terkejut, rupanya masalah uang palsu hanya masalah sepele masalah yang sebenarnya adalah membangkitkan orang-orang mati yang mempunyai keahlian silat. Lalu apa tujuannya ?

Kelompok petugas suci dibekukan dan dibubarkan karena dianggap ada dualisme petugas keamanan sehingga masing-masing anggota terpecah-pecah keberadaannya. Namun karena ingin mengembalikan nama baik akhirnya mereka bersatu kembali dan malakukan penyelidikan diam-diam. Akhirnya disimpulkan bahwa An Shigeng ingin menggulingkan pemerintahan yang ada sekarang ini.

Zhuge berusaha memberitahu pangeran namun sudah ada kepala departemen 6 disana. Karena merasa memiliki tujuan yang sama yaitu melindungi pemerintahan maka keduanya bekerja sama untuk menyelamatkan pangeran. Di saat yang sama An Shigeng menyerang pangeran dan menyerbu dengan pasukan mayatnya. Anggota petugas suci lainnya datang membantu melawan mayat-mayat hidup namun mereka tidak bisa membunuhnya. Akhirnya mereka menemukan cara membunuh mayat hidup yaitu dengan mengeluarkan paku atau jarum yang berada di kepalanya. Jadi sasaran pukulannya adalah kepala yang mengakibatkan mayat hancur menjadi abu.

Tak disangka-sangka Yaohua menyerang dan ingin membunuh Yayu. Namun diluaran tampil biasa-biasa saja. Pertarungan An Shigeng yang sulit dikalahkan membuat akhir yang menegangkan. Di lawan dan dikeroyok tak membuat hasil apapun karena saking kuatnya. Tapi cerita tetap happy ending dengan kalahnya An Shigeng akibat Yaohua yang mencari muka dihadapan orang banyak.

Diakhir sesi film ada pertemuan antara Yayu dan Yaohua, dimana Yaohua dengan percaya dirinya yakin bahwa manusia srigala akan memilihnya sebagai kekasih dan departemen 6 sebagai pilihannya. Yayu yang mengetahui sifat jahat dan siapa Yaohua sebenarnya hanya memandang sinis. Kemudian datanglah manusia srigala dan mengatakan pilihannya, siapakah yang dipilih ? yang dipilih adalah Yayu dan petugas suci. Apa alasannya ? selama ini apa yang dirasakannya adalah hidup seperti dalam keluarga yang sebenarnya, kesederhanaan, kebersamaan dan kebahagiaan. Mungkin Yaohua tidak terima jadi tunggu saja seri lanjutannya.

Adegan silat dan kungfunya bagus dan ada hal baru yaitu pertarungan dengan orang lumpuh. Alur cerita yang menarik dan memikat. Akting dari pemain-pemainnya bagus dan masing-masing mempunyai porsi yang seimbang. Spesial efeknya juga mumpuni dan tidak berlebihan makin membuat perkelahian tambah seru. Bagi pecinta film silat, film ini penulis rekomendasikan untuk ditonton.

Monday, 20 August 2012

Cerpen Total Recall (2)

Cerpen Total Recall (2)
------------------------







Cerpen Total Recall (1)

Cerpen Total Recall (1)
-------------------------




Cerpen berjudul We Can Remember It For You Wholesale karya Philip K. Dick.
Diambil dari http://www.english.upenn.edu/~cavitch/pdf-library/Dick_Wholesale.pdf

Total Recall



Total Recall
------------------

Sebuah film hasil remake dari film berjudul sama yang dibuat tahun 1990 atau tepatnya 22 tahun yang lalu. Film sebelumnya dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger dan Sharon Stone dengan sutradara Paul Verhoeven bisa dibilang cukup sukses. Pada tahun tersebut, meraih penghargaan piala Oscar dalam ajang Academy Award untuk kategori visual effects. Juga meraih penghargaan dalam ajang BMI Film Music Award untuk kategori musik terbaik. Sedangkan pada ajang penghargaan Saturn Award masuk dalam nominasi musik terbaik.  

Film bergenre action science fiction ini sekarang dibintangi oleh Colin Farrell sebagai Douglas Quaid dan Jessica Biel sebagai Mellina dengan sutradara Len Wiseman. Diangkat dari cerpen berjudul We Can Remember It For You Wholesale karya Philip K. Dick. Jika pada film sebelumnya mempunyai tag line “get ready for the ride of your life” maka untuk yang sekarang mempunyai tag line “is it real is it recall”.

Quaid (Colin Farrell) adalah seorang agen rahasia milik federasi yang dipimpin oleh Coohagen dan disusupkan ke dalam koloni yang dipimpin oleh Matthias. Federasi selalu digambarkan dengan daerah maju dan posisinya sebagai warga kelas atas sedangkan koloni ditampilkan sebagai daerah kumuh dan warganya kelas dua. Federasi terletak di daerah Inggris dengan setting negara barat sedangkan koloni terletak di daerah Australia dengan setting negara eastern atau oriental. Coohagen mempunyai ambisi yang tinggi terhadap koloni yaitu tidak saja ingin menjajah melainkan membumihanguskan daerah koloni dan meratakannya dengan tanah. Kemudian membangunnya kembali untuk hunian warga federasi karena tanah di daerah federasi sudah penuh.

Quaid yang mempunyai misi untuk membunuh Matthias rupanya terketuk hatinya dengan perjuangan Matthias dan kelompoknya untuk menjadi sejajar dengan federasi dan merdeka.  Terlebih lagi dia menjalin kasih dengan Melina (Jesica Biell) yang merupakan pejuang dari koloni. Berbalik seratus delapan puluh derajat, Quaid kini membantu koloni dan melawan federasi. Pada pertempuran terakhir keduanya tertembak ditelapak tangannya, Quaid tertangkap dan Melina berhasil meloloskan diri.

Coohagen yang merasa dikhianati oleh Quaid dan menganggapnya sebagai ancaman terbesar bagi federasi melakukan penghapusan ingatan memori di otaknya. Sehingga Quaid lupa akan jati dirinya. Identitasnya yang sekarang adalah sebagai pekerja pabrik yang merakit robot di federasi namun tinggalnya di koloni. Transportasi yang dipakai dari koloni menuju federasi adalah ‘fall’ yang merupakan sejenis kereta api modern dengan lintasan dibawah perut bumi dan melalui inti bumi sehingga terjadi gravitasi terbalik. Dia mempunyai istri yang bernama Lori (Kate Beckinsale) yang bekerja sebagai polisi di federasi.

Hampir setiap hari Quaid mengalami mimpi yang sama sehingga sedikit mengganggu pikirannya. Perasaan sedikit resah dan tidak tenang terus mengikutinya. Untuk itu, secara tidak sengaja dia melihat iklan mengenai Rekall yang dapat memberikan mimpi atau halusinasi atau ingatan mengenai apa saja sesuai permintaan. Misalnya ingin menjadi atlet international, penjahat terkenal atau agen rahasia. Pada saat akan dilakukan proses tersebut terdeteksi sesuatu yang aneh dan rupanya memori ingatan yang ada sekarang ini bukanlah aslinya sehingga buru-buru proses dihentikan. Rupanya tentara Coohagen tidak tinggal diam dengan menyerbu tempat tersebut. Quaid yang masih kebingungan dan terpojok akan ditangkap tiba-tiba mengikuti naluri alamiahnya untuk melawan dan berhasil menewaskan semua tentara.

Antara percaya atau tidak ternyata Quaid yang merupakan seorang pekerja pabrik biasa bisa melakukan pertarungan dengan sepasukan tentara federasi bahkan memenangkannya. Apakah ini adalah dunia nyata atau impian ? pertanyaan itulah yang menghantui dirinya. Ketika pulang ke rumahnya diceritakannya semua kejadian yang dialami pada istrinya. Tak disangka istrinya malah ingin membunuhnya. Ingin mengetahui siapa dirinya sebenarnya maka perjuangan terus dihadapinya sementara istrinya menghalanginya dan memburunya. Teka-teki kotak deposit box dapat dilaluinya dan pencarian alamat rumah aslinya dapat ditemukan serta penelusuran kunci videogram dipiano bisa dipecahkannya.

Melina datang disaat yang tepat menolong Quaid dan berkat informasi-informasi yang diberikan sedikit demi sedikit bisa membantu mengingat siapa dirinya sebelumnya walaupun masih belum seratus persen percaya. Nama sebenarnya adalah Hauser dan sudah berpisah beberapa bulan sejak ditangkap oleh pasukan federasi. Rupanya ada sebuah skenario yang ingin membungkam kepiawaian dan keahlian Quaid dengan mengkondisikan kehidupannya sebagai pekerja pabrik sederhana dan seorang suami biasa. Sebuah bentuk rekayasa dengan melakukan pengawasan langsung tanpa disadari oleh korban. Istri yang cantik dan teman pekerja pabrik yang baik, semuanya itu adalah palsu. Mereka sebenarnya adalah polisi federasi yang mengawasi Quaid.

Melina mengajak menemui Matthias yang dapat membantu Quaid namun sayangnya rupanya Coohagen memasukkan kode jebakan pada ingatan Quaid, akibatnya Matthias tewas. Coohagen memerintahkan untuk membumihanguskan koloni. Quaid dan Melina berusaha menghalangi serangan tersebut namun Lori istrinya melawan dengan sekuat tenaga juga. Akhir cerita adalah happy ending dengan kemenangan Quaid dan Melina serta kemerdekaan bagi koloni.

Film ini bagus sekali dengan gambaran tentang masa depan, ada daerah yang maju dan ada daerah yang kumuh. Pertarungan dan perkelahian terjadi dengan seru dan dahsyat dibantu dengan peralatan-peralatan modern. Lift digambarkan dapat naik dan turun vertikal juga kekanan dan kekiri secara horisontal. Mobil-mobil masa depan yang dapat terbang dan senjata-senjatanya yang baru. Spesial efek sangat membantu untuk menyempurnakan adegan aksi dan laga.

Sebagai sebuah film remake maka film ini adalah salah satu yang penulis katakan berhasil melampaui versi lamanya. Baik dari segi kualitas gambar, pemain dan aksinya patut diacungin jempol. Sebuah tontonan yang menarik dan menghibur di hari libur lebaran ini merupakan satu tingkat lebih baik dari film Spiderman dan Batman. Saya rekomendasikan film ini patut untuk ditonton.

Sunday, 19 August 2012

Snowflake : The White Gorilla


Snowflake : The White Gorilla
-------------------------------------------

Pada tahun 1966 bergabunglah seekor anak gorilla putih pada kebun binatang di Barcelona Spanyol. Dalam bahasa spanyol binatang itu disebut dengan Copito de Nieve dan dalam bahasa Inggris dipanggil dengan Snowflake. Saat itu binatang gorilla berjenis albino dan bermata biru ini merupakan satu-satunya di dunia dan menjadi populer serta sekaligus maskot bagi kota tersebut. Film ini diinspirasikan oleh hal tersebut sehingga sutradara Andrés G. Schaer membuatnya khusus untuk genre anak-anak. Film yang di negaranya berjudul Copito de Nieve diubah untuk pasaran internasional dengan judul Snowflake : The White Gorilla.

Pada awalnya Snowflake tinggal bersama Paula dan ayah serta ibunya untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke kebun binatang di Barcelona. Pada saat pindah, tidak hanya situasi dan lingkungan yang berbeda yang menyulitkan adaptasinya namun juga dari warna tubuhnya yang berwarna putih. Snowflake yang menyukai makanan yogurt berbeda dengan gorilla lainnya yang suka pisang. Di dalam kandang, dia bergabung dengan keluarga gorilla berwarna hitam yang terdiri dari ayah gorilla yang bernama Ron, anak gorilla laki dan anak gorilla perempuan yang bernama Ndegue.

Snowflake berteman baik dengan Ndegue dan kakaknya biasa-biasa saja menerimanya tetapi tidak dengan Ron yang melihatnya seperti aneh karena berwarna putih. Snowflake merasa tidak bisa diterima dalam keluarga gorilla tersebut karena warna tubuhnya yang putih dan berbeda sehingga berkeinginan untuk mengubahnya menjadi warna hitam.

Secara kebetulan Snowflake menerima selebaran iklan tentang kehadiran Bruixa Del Nord alias penyihir dari utara yang singgah di kota tersebut. Sayangnya mereka singgah dengan waktu yang singkat dan tempat yang jauh dari kebun binatang. Untuk itu diperlukan perjuangan untuk mencapai tempat tersebut dan tentu saja melarikan diri dari kebun binatang. Dibantu oleh Ailur yaitu seekor panda merah padahal menurut penulis cocoknya disebut musang karena ada ekornya, yang ingin menjadi seekor macan tutul. Namun syaratnya adalah diijinkan untuk melakukan meditasi setiap jangka waktu tertentu.

Perjuangan mereka tidak mudah karena ada seseorang yang bernama Luc de Sac yang merasa dirinya sial terus dan untuk menghilangkan kesialannya tersebut menurut buku manteranya harus memakan hati dari Snowflake. Luc de Sac selalu memburu Snowflake dengan berbagai cara. Secara kebetulan Paula dan temannya yang bernama Leo mengetahui rencana jahat tersebut dan berupaya menolongnya. Kejar-kejaran pun tak terelakkan.

Snowflake berhasil mendapatkan ramuan pengubah warna tetapi Paula meyakinkan kepada Ron bahwa perbedaan warna bukanlah hal yang Utama. Seperti contohnya Ron sendiri tidak suka pisang dan anaknya suka pisang. Bukankah hal itu juga berbeda. Akhirnya Ron sadar dan dia mau menerima Snowflake dalam keluarga besar gorilla.

Kelemahan dari film ini adalah gambar tidak terang dan terlihat kecoklatan. Juga dialog suara yang tidak menggunakan bahasa aslinya seharusnya menggunakan bahasa Spanyol yang lebih natural. Dubbing yang tidak pas antara suara dan gerakan mulut. Kualitas dubbing yang kurang bagus yang stagnan dan terlihat “studio” sekali. Antara musik dan dialog tidak pas dan tidak sinkron seperti kejar-kejaran sehingga mengganggu pendengaran.

Wednesday, 15 August 2012

Horrid Henry : The Movie



Horrid Henry : The Movie
-----------------------------------

Horrid Henry adalah tokoh karakter anak-anak yang diciptakan oleh Francesca Simon dan diilustrasikan oleh Tony Ross. Tokoh yang popular di Inggris ini pada mulanya hanya ada di media buku tetapi terus berkembang menjadi serial televisi dan tidak ketinggalan juga serial radio. Popularitasnya terus menanjak sampai-sampai dibuatkan video gamenya dan pada akhirnya film bioskopnya. Film ini diklaim sebagai film anak-anak buatan Inggris yang pertama kali menggunakan format 3 Dimensi. Namun yang beredar di Indonesia adalah versi yang biasa.

Henry (Theo Stevenson) adalah anak yang nakal makanya dipanggil dengan sebutan Horrid Henry alias Henry yang nakal. Tinggal bersama kedua orangtuanya dan seorang adiknya yang bernama Perfect Peter Worm alias cacing. Henry paling malas mengerjakan PRnya dan tidak bisa mengeja “homework” atau pekerjaan rumah. Dan guru yang paling ditakutinya adalah Bu Battleaxe yang selalu tahu kalau dia tidak mengerjakan PRnya.

Dia dan adiknya sekolah di SD Ashton yang dikepalai oleh Bu Oddbod. Sekolah ini mendapat rating penilaian yang rendah oleh si kembar pengawas sekolah sehingga akan ditutup. Untuk itu murid-murid pada pindah ke sekolah lain. Henry pindah ke sekolah khusus perempuan Giddiantus dan adiknya pindah ke SD Brick House. Bersamaan dengan itu Bu guru Lovely juga melamar kerja sebagai guru di SD Brick House dan bertemu dengan Worm. Bu guru Lovely mendengar percakapan antara kepala sekolah SD Brick House yaitu Vic Van Wrinkle dengan si kembar pengawas sekolah. Ternyata terjadi kolusi antara keduanya, Vic Van Wrinkle menyuap si kembar pengawas sekolah agar menutup SD Ashton dengan harapan nanti hanya ada satu sekolah saja di daerah sana. Sehingga SD Brick House menerima banyak murid baru dan uang yang banyak.

Bu guru Lovely ditangkap dan di sandera oleh Vic Van Wrinkle. Henry dan teman-temannya membagi tugas yaitu Henry akan ikut dalam acara reality show too cool for school dan hadiahnya akan diberikan kepada Bu Oddbod agar sekolahnya tidak ditutup. Sedangkan Worm bertugas menyelamatkan Bu guru Lovely. Henry berhasil menjadi juara dan Worm berhasil menyelamatkan Bu guru Lovely.

Film ini adalah film untuk anak-anak usia 7 tahun ke bawah dan bergenre komedi. Bagi orang dewasa mungkin film ini bisa dikatakan jelek. Harap maklum kalau ada adegan yang tidak masuk akal atau dibuat-buat. Ceritanya datar saja dan pengambilan gambarnya penuh dengan warna-warni, sesuatu yang disukai anak-anak.

I Miss U



I Miss U
------------

Jangan mudah terpancing dengan poster dan judul film ini yang manis dan so sweet. I Miss You adalah sebuah film buatan Thailand yang bergenre horror yang dikemas dengan cukup menarik. Sempat menjadi box office di negaranya pada bulan Juni 2012. Idenya sederhana dan mungkin sudah pernah ada cerita yang mirip-mirip seperti itu namun dibuat cukup serius tanpa ada komedi didalamnya. Kalaupun ditemukan komedi dalam film ini, itu hanya satu sesi saja dan tidak dibuat-buat. Perbedaannya dengan film horror Indonesia adalah terlalu banyak komedi yang dibuat-buat.

Berkisah mengenai keputusasaan dokter Tana (Jesdaporn Pholdee), seorang lelaki tampan dan tajir yang ditinggal mati oleh sang kekasih yaitu dokter Nok (Natthaweeranuch Thongmee) karena kecelakaan mobil. Untungnya dokter Tana selamat dari peristiwa tersebut. Dan sudah dua tahun lamanya dokter Tana masih tetap setia dengan tidak mempunyai pacar baru. Dudukpun selalu menyendiri dengan kursi kosong didepannya seolah-olah disediakan buat sang kekasih. Minumpun sendiri dengan memesan 2 cangkir kopi seolah-olah satunya lagi untuk sang kekasih.

Bergabunglah dokter baru bernama Bee (Apinya Sakuljaroensuk) yang diam-diam menaksir dokter Tana. Dia bermaksud menolong agar tidak terjebak dalam kesedihan yang terus-menerus. Namun rumor berkembang di sana bahwa bila ada sesorang yang menyukai dokter Tana maka arwah dokter Nok tidak akan terima dan akan menghantuinya. Dokter Bee percaya atau tidak, mau atau tidak harus berhadapan dengan arwah tsb. Gangguan-gangguan dan bayangan-bayangan terus menghantuinya.

Alur cerita yang berkelok-kelok tanpa ada tujuan yang jelas. Di satu sisi, Sutradara ingin menunjukkan kecemburuan sang arwah dengan teror-teror dan penampakan pada korban-korbannya termasuk ke dokter Bee. Tapi disisi lain arwah tsb membantu menyembuhkan kembali dokter Bee. Namun disisi lainnya lagi menunjukkan seolah-olah dokter Nok membutuhkan bantuan dari dokter Bee untuk mengungkap sebab-musabab kecelakaannya. Ternyata di malam kecelakaan tersebut dokter Nok mengetahui perselingkuhan dokter Tana dengan wanita lain, anak pemilik rumah sakit. Dengan bukti sebuah foto mesra, akhirnya terjadilah pertengkaran di dalam mobil yang sedang melaju di jalan dan terjadilah kecelakaan.

Beberapa kelemahan dalam film ini yang penulis temukan adalah pertama, bukti sebuah foto mesra masih ada didalam mobil tsb. Lucunya mobil tersebut seharusnya sudah rusak atau kalaupun direparasi maka fotonya seharusnya sudah hilang atau rusak atau sudah diambil. Tapi ini terselip dan tersimpan rapi di karpet mobil. Kedua, HT (Handy Talky) yang digunakan oleh petugas lalu lintas masih menggunakan antena panjang padahal seharusnya untuk jaman modern sekarang ini sudah tidak ada lagi yang menggunakan HT model seperti itu. Ketiga, burung yang meneror dokter Bee bentuknya terlalu kecil seperti burung emprit padahal kepakan sayapnya bunyinya keras. Seharusnya burung yang dipakai lebih besar misalnya burung gagak yang memang identik dengan horor. Keempat, wallpaper bergambar dokter Nok seluruh badan tampak berbeda pada saat hendak dilepas dari tembok dibanding gambar sebelumnya yang hanya setengah badan.

Kelebihan dalam film ini adalah adegan kecelakaan digarap dengan bagus dibantu dengan spesial efek yang cerdik sehingga aroma kecelakaan bisa dirasakan oleh penonton juga. Guncangan, benturan dan pecahan kaca membuat terhenyak penonton dan ikut sekaligus dalam nuansa galau. Lagu-lagu yang lumayan enak didengar walaupun terasa asing bahasanya di telinga penonton.

Ending film ini adalah sebuah keputusan yang benar yaitu dengan meninggalnya dokter Tana akibat bunuh diri. Ya, setidaknya arwah mereka berdua bisa bersatu kembali sedangkan dokter Bee bisa terus menjalani kehidupan sehari-harinya.