Monday, 10 February 2014

Lone Survivor



Lone Survivor
------------------

Sebuah film yang diangkat dari kisah nyata operasi militer Amerika Serikat di Afganistan dengan sandi operasi sayap merah. Operasi sayap merah dilakukan pada tahun 2005 dan mempunyai misi untuk menangkap atau membunuh komandan taliban senior bernama Ahmad Shah. Ahmad Shah dan pasukannya membunuh setidaknya 20 orang dalam seminggu. Seorang saksi hidup yang bernama Marcus Ruttrell pada tahun 2007 menuturkan kisahnya dalam sebuah buku yang berjudul Lone Survivor : The Eyewitness Account of Operation Redwing and The Lost Heroes of Seal Team 10. Buku tersebut berhasil masuk dalam New York Times Best Sellers dalam kategori Non-Fiction.

Empat orang anggota tim Navy Seal yang bernama Marcus Ruttreall (Mark Wahlberg), Matthew Axelson (Ben Foster), Michael Murphy (Taylor Kitsch) dan Danny Dietz (Emile Hirsh) berangkat dari pangkalan udara Bagram untuk menuju sebuah desa yang yang dikelilingi perbukitan yang telah teridentifikasi akan keberadaan Ahmad Shah. Mereka sudah berada di titik penalti terakhir untuk menembak Ahmad Shah yang bercirikan fisik tidak mempunyai sebelah telinga. Sayangnya hubungan komunikasi terganggu sehingga konfirmasi perintah tidak didapatkan.

Sementara menunggu menerima perintah menembak, tiba-tiba muncul tiga orang penggembala kambing. Tentu saja hal ini diluar dugaan. Mau tak mau mereka menangkapnya dan disinilah timbul perdebatan mau diapakan mereka. Alternatif pertama adalah membunuh mereka dengan konsekuensi tugas lancar tapi menjadikan mereka pelanggar hukum juga. Alternatif kedua adalah melepaskan mereka dan tugas gagal karena keberadaan operasi tersebut sudah diketahui oleh orang lain. Konflik dan pemikiran serta alasan mereka memang cukup bisa diterima dalam berdebat. Sebagai kepala dalam misi ini Marcus berhak memutuskan hasilnya dan voting tidak berlaku.

Akhirnya Marcus memutuskan untuk melepaskan gembala kambing tersebut. Misi dianggap gagal dan mereka berencana untuk kembali ke pangkalan. Sayangnya komunikasi terganggu di saat-saat yang penting. Mereka hendak menyelamatkan diri dengan naik ke bukit bagian atas agar dapat menerima sinyal telepon satelit. Sayangnya gembala yang dilepaskan membocorkan kepada pasukan Taliban akan keberadaan pasukan Amerika.

Beberapa saat kemudian pasukan Taliban dengan jumlah yang banyak menyerbu dan menyerang mereka. Marcus dan kawan-kawan kalah jumlah tetapi tak mudah menyerah begitu saja. Perlawanan yang gigih dilakukan untuk mempertahankan nyawa mereka dan kehormatan mereka. Rasa patriotisme dan keberanian dalam mengemban misi ditunjukkan dengan perlawanan sampai titik darah penghabisan. Tiga nyawa melayang dan hanya Marcus yang selamat walaupun luka parah.

Marcus ditolong oleh Gulab seorang penduduk di sekitar kejadian walaupun diawalnya Marcus ragu-ragu karena tidak tahu orang tersebut Taliban atau bukan terlebih lagi dengan tewasnya rekan-rekannya akibat membebaskan gembala kambing. Marcus ditampung dirumahnya walaupun ada orang yang tidak setuju dengan hal itu. Marcus meminta tolong seseorang agar mengirim surat ke pangkalan Amerika yang memberitahukan keberadaannya di desa itu.

Pasukan Taliban tidak tinggal diam, mereka tetap mencari Marcus dan pada akhirnya menemukan persembunyian Marcus. Marcus diseret dan hendak dipancung kepalanya oleh anak buah Ahmad Shah. Pada saat yang menentukan, Gulab menyelamatkannya. Marcus terheran-heran dengan sikap Gulab yang berani mengambil resiko kepada Taliban. Pasukan Taliban pun pergi namun tetap mengancam akan membinasakan desa tersebut.

Hari berikutnya pasukan Taliban dengan jumlah lebih banyak datang kembali ke desa tersebut. Terjadi tembak-menembak dengan penduduk desa tersebut. Marcus sendiri nyaris tewas. Untunglah pasukan bantuan Amerika Serikat datang disaat yang tepat.

Permainan para bintang cukup bagus dan meyakinkan. Mereka mampu menunjukkan kegetiran dan kepahitan dalam menjalankan tugas namun memiliki rasa patriotisme yang tinggi. Sutradara mampu membuat film yang sangat sederhana ini tanpa banyak lika-liku cerita namun bukanlah sebuah film kacangan. Tata rias wajah patut diacungi jempol karena mampu menampilkan luka-luka secara real dan nyata. Goresan, borok, darah akan membuat anda terenyuh karena tampak asli. Demikian juga saat pengambilan gambar mereka jatuh ke jurang melewati batu-batuan, terlihat seperti jatuh benaran.

Film ini tidak menampilkan kesuperheroan Amerika seperti film-film lainnya, mengingat Ahmad Shah sampai film selesaipun tidak tertangkap. Kalaupun ada hanyalah gambaran fisik Ahmad Shah yang mirip dengan Osama bin Laden. Yang jelas film ini menceritakan kegagalan operasi sayap merah hanya karena alasan kemanusiaan sesuai konvensi Jenewa. Padahal yang namanya sebuah perang membutuhkan ongkos yang mahal bukan saja dalam bentuk materi melainkan pengorbanan nyawa.

Pada akhir film akan ditayangkan foto dan video aslinya dari tim sayap merah sebelum meninggal dunia di medan perang. Jadi jangan keburu meninggalkan bioskop.

No comments:

Post a Comment