Friday, 20 June 2014

Maleficent


Maleficent
--------------

Kisah putri tidur sudah melegenda sejak dahulu kala bahkan di Indonesia juga sudah populer dengan cerita tersebut. Seorang putri yang dikutuk oleh penyihir wanita menjadi tidur untuk selamanya. Kutukan akan hilang bila ada seorang pria yang menciumnya dengan cinta sepenuh hati. Penyihir jahat tersebut bernama Maleficent.

Film Maleficent ini mencoba untuk membolak-balik cerita yang ada dalam putri tidur. Maleficent digambarkan sebagai sosok protagonis dan pahlawan, bukannya penjahat. Sebaliknya sang raja digambarkan sebagai sosok antagonis alias yang jahat. Inti dari cerita ini bukannya berada pada putri tidur melainkan pada diri Maleficent.

Di suatu tempat terdapat dua kerajaan yang berdekatan lokasinya yaitu kerajaan manusia yang dipimpin oleh raja Henry dan kerajaan peri yang tidak memiliki raja namun berdasarkan kebersamaan. Kerajaan manusia dihuni oleh layaknya manusia, ada yang kaya dan ada yang miskin. Sedangkan kerajaan peri dihuni oleh makhluk-makhluk berbentuk aneh namun suasananya riang gembira dan penuh kedamaian. Satu-satunya penghuni yang tubuhnya mirip dengan manusia adalah Maleficent walaupun memiliki sayap dan tanduk.

Suatu hari seorang anak laki-laki miskin bernama Stefan memasuki wilayah kerajaan peri dan mencuri batu permata. Maleficent kecil menemuinya dan meminta baik-baik untuk mengembalikan curiannya. Namanya juga anak-anak maka sejak saat itu terjalinlah pertemanan dan meningkat menjadi persahabatan selanjutnya menjadi berpacaran. Ada satu kelemahan Maleficent yaitu tubuhnya akan terluka bila bersentuhan dengan logam besi hal itu diketahui saat berjabat tangan dengan Stefan yang memakai cincin besi. Tepat diusianya yang keenambelas maka Maleficent mendapatkan hadiah ciuman dari Stefan. Namun sayangnya pada hari-hari berikutnya Stefan tidak menampakkan batang hidungnya lagi sehingga membuat hati Maleficent menjadi galau dan bimbang akan cinta suci Stefan.

Tahun berganti tahun Maleficent (Angelina Jolie) sudah menjadi seorang wanita dewasa sekaligus sebagai pelindung bagi kerajaan Moor, sebutan bagi kerajaan peri. Serangan raja Henry terhadap kerajaan peri berhasil dihalau oleh Maleficent dibantu dengan makhluk-makhluk lainnya. Raja Henry mengalami luka dalam dan tidak bisa melakukan penyerangan lagi. Untuk itu dibuat sayembara kepada para jenderalnya bahwa barang siapa dapat membunuh Maleficent maka akan dikawinkan dengan anak gadisnya dan akan dikukuhkan menjadi raja. Tak disangka rupa-rupanya Stefan (Sharlto Copley) bekerja di istana raja dan mendengar pembicaraan itu.

Pada malam hari Stefan pergi menemui Maleficent dan memberitahukan bahwa raja akan melakukan penyerangan lagi. Maleficent yang sudah lama menunggu kemunculan Stefan berada dalam situasi antara marah dan senang. Marah karena tidak ada kabarnya selama ini dan senang karena sudah datang sekarang. Akhirnya Maleficent tunduk dan terhanyut dalam nuansa romantis serta tertidur. Rupa-rupanya Stefan memberikan obat tidur kedalam minuman. Disaat tidur itulah Stefan menunjukkan niat jahat yang sesungguhnya yaitu memotong kedua sayap Maleficent dan meninggalkannya begitu saja. Maleficent terbangun dan mengetahui bahwa sayapnya sudah tidak ada. Menangislah dengan histeris dan rasa benci serta dendam yang membara memecah suasana yang sepi.

Stefan berhasil mengawini anak raja dan dinobatkan sebagai raja baru. Di lain pihak Maleficent dirundung kesedihan dan dendam yang mendalam. Dia hidup menyendiri dan mengasingkan diri. Suatu hari dia menolong seekor burung gagak yang akan dibunuh oleh petani dan menyihirnya menjadi manusia bernama Diaval (Sam Riley) dan mengajak sebagai pengikutnya. Diaval diutus menjadi mata-mata yang menyelidiki keadaan di kerajaan Stefan.

Diaval mengetahui bahwa ratu sudah melahirkan bayi perempuan dan melaporkannya kepada Maleficent. Pada hari perayaan kelahiran ratu maka bayi yang diberi nama Aurora itu dilakukan ritual-ritual termasuk dengan kedatangan tiga peri mungil yaitu Knotgrass, Flittle, Thistletwit. Knotgrass memberikan hadiah berupa kecantikan, Flittle memberikan kebahagiaan, Thistletwit tidak sempat memberikan hadiah karena muncul Maleficent secara mendadak.

Maleficent juga memberikan hadiah yaitu Aurora akan tumbuh menjadi gadis cantik dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Tetapi dia juga memberikan kutukan pada Aurora yaitu sebelum hari ulang tahun yang keenam belas maka jarinya akan tertusuk oleh jarum dari alat pemintal benang dan akan tidur selamanya. Raja Stefan menunduk dan meminta ampun. Maleficent tahu bahwa tidak ada cinta sejati dari manusia. Maka dengan setengah hati memberi pengampunan yaitu kutukan akan hilang apabila ada orang yang mencium Aurora dengan cinta sejatinya.

Raja Stefan gusar dan geram maka memerintahkan kepada prajuritnya agar semua mesin pemintal benang disita dan dihancurkan serta disimpan di ruang bawah tanah. Selain itu dia meminta kepada tiga peri kecil untuk menyembunyikan Aurora dan mengasuhnya didalam hutan. Terpaksa ketiga peri tersebut menyamar sebagai manusia untuk mengasuhnya walaupun tidak memiliki pengalaman dalam mengasuh bayi, termasuk tidak tahu cara memberi makan bayi.

Diam-diam Maleficent dan burung gagaknya mengintai dan mengamati Aurora dari jauh. Perkembangan mulai dari bayi sampai sudah besar pun tak luput dari pengamatannya bahkan melakukan kontak fisik. Dia juga membantu memberi minum melalui burung gagaknya dan bermain-main. Bahkan menyelamatkannya saat jatuh dari jurang ketika mengejar kupu-kupu. Lama-lama hati Maleficentpun luluh dan berganti menjadi sayang.

Maleficent membuat pingsan Aurora (Elle Fanning) dan mengajaknya masuk ke dalam kerajaan peri. Setelah berada didalam maka dibuatnya sadar kembali dan bermain-main dengan makhluk-makhluk peri lainnya. Aurorapun berkenalan dengan Maleficent yang dipanggilnya sebagai ibu peri pelindung yang selalu mengikuti bayangannya. Dia bercerita mengenai ulah manusia yang jahat sehingga tidak mempunyai sayap lagi namun tidak menyebut Stefan sebagai pelakunya. Setelah selesai bermain, dia membuat pingsan lagi Aurora dan mengirimnya ke rumah kembali. Sehingga hal seperti ini seolah-olah mimpi. Setiap hari dilakukan hal yang sama seperti itu untuk memasuki kerajaan peri dan pulang kembali ke rumah. Maleficent yang semakin sayang kepada Aurora membatalkan kutukannya namun tidak berhasil jadi itulah nasib yang harus dilalui oleh Aurora.

Suatu hari Aurora berkenalan dengan seorang pangeran bernama Philips yang tersesat di hutan. Timbul cinta pada pandangan pertama antara mereka berdua dan berjanji akan bertemu lagi dilain waktu. Menjelang ulang tahunnya besok Aurora mengatakan kepada ketiga peri bahwa dia ingin tinggal di kerajaaan Moor setelah genap enam belas tahun. Namun salah satu peri keceplosan bahwa tidak boleh pergi karena setelah ulang tahun akan diserahkan kepada ayahnya. Aurora kaget karena sebelumnya dikatakan bahwa ayahnya sudah meninggal dunia. Aurora meminta dijelaskan tentang rahasia semuanya ini. Ketiga peri itupun menceritakan kisah tentang kutukan Maleficent itu.

Aurora mendatangi Maleficent dan menanyakan akan kebenaran kutukan itu dan Maleficent membenarkannya. Dia kecewa dan sedih serta mengatakan bahwa yang jahat adalah Maleficent dan bukan manusia. Dia memutuskan pergi ke istana raja dan bertemu dengan raja Stefan, ayahnya. Bukannya perlakuan yang hangat dan menyenangkan yang diterimanya melainkan raja Stefan geram dan marah karena belum waktunya pulang. Dia menyuruh prajuritnya untuk menyekap di dalam kamar.

Aurora berusaha keluar dari kamar dan berhasil. Namun terdengar bisikan-bisikan yang mengarahkannya ke dalam ruang bawah tanah tempat penyimpanan alat pemintal benang yang telah dihancurkan.  Berpuluh-puluh alat sudah rusak dan patah namun tiba-tiba terbentuklan sebuah alat baru dengan jarum yang runcing. Jari Aurorapun tertusuk dan genaplah kutukan itu. Aurora tertidur pulas.

Maleficent menemukan pangeran Philip dan membawanya ke dalam istana untuk bertemu dengan Aurora dengan harapan menciumnya. Aurora berada dalam kamarnya tertidur pulas dan pangeran Philip berhasil menciumnya. Namun kutukan itu belum hilang, Aurora masih tertidur. Semua pada heran, kemungkinan pangeran Philip baru sekali bertemu sehingga belum sungguh-sungguh jatuh cinta.

Maleficent sedih karena dialah yang menyebabkan semuanya ini. Dia pun menangis dan berjanji akan menjaganya seumur hidup agar tidak ada orang yang mengganggunya selama tidur. Dengan penyesalannya yang mendalam Maleficent mencium kening Aurora. Tiba-tiba Aurora terbangun dari tidurnya dan itu berarti kutukan telah hilang. Merekapun memutuskan untuk pergi dan keluar dari istana. Sayangnya raja Stefan memasang perangkap untuk Maleficent dengan jaring dari besi. Diaval disihir menjadi seekor naga untuk melawan prajurit-prajurit yang ingin membunuhnya. Aurorapun menyelamatkan diri dan masuk dalam salah satu kamar yang ternyata tempat untuk menyimpan sayap yang telah dipotong milik Maleficent. Akhirnya dilepaskan sayap tersebut dari tempatnya dan pergi menuju ke Maleficent. Maleficent kini bersayap kembali dan melakukan pertarungan dengan raja Stefan. Di saat dia unggul dan akan membunuh raja tetapi mengurungkan niatnya sambil berkata “sudah selesai” dan melepaskan sang raja. Namun raja tetap ingin membunuhnya. Akhirnya raja Stefan jatuh dari ketinggian dan tewas.

Cerita berakhir dengan dinobatkannya Aurora sebagai ratu kerajaaan Moor dan sekaligus kerajaan manusia serta menikah dengan pangeran Philip. Maleficent yakin bahwa Aurora adalah orang yang tepat untuk menyatukan kedua kerajaan yang berbeda itu.

Angelina Jolie bermain bagus dalam memerankan sosok yang mempunyai dendam, marah, sedih dan galau. Sedikit kekurangan adalah spesial efek hasil komputerisasi pada wajah yang terlihat tirus segitiga terlihat tidak alami. Sharlto Copley juga bermain dengan bagus dalam memerankan karakter raja yang galau dan dan penuh ketakutan. Elle Fanning bermain biasa saja karena tidak banyak kemampuannya yang bisa dieksplore karena dalam perannya selalu terlihat gembira walaupun sempat menangis namun tidak membuat terharu.

Spesial efek dalam film ini bagus sekali termasuk dalam menggambarkan pemandangan alam yang indah dan unik. Makhluk-makhluk buatan komputerisasi juga asyik dan menarik misalnya pohon, naga, peri kecil dll. Pertarungan dan perkelahian memang tidak dahsyat dan heboh seperti film lainnya. Tidak terlihat darah yang tercecer bahkan saat sayap dipotongpun tidak ada luka sama sekali yang ditampilkan. Penulis mengira karena ini disebabkan oleh pangsa pasar penonton yang merupakan anak-anak. Diselingi dengan unsur komedi yang akan membuat anda tertawa.

Semua cerita disini memutar balikkan alur yang sudah sering kita baca atau dengar. Begitulah kreatifitas film-film Hollywood yang patut diacungi jempol. Sang pangeran hanya muncul sebagai bintang tamu saja dan sebagai tambahan. Termasuk sang putri tidur sendiri merupakan pemeran pembantu. Tokoh utamanya adalah Maleficent, sosok yang dulu digambarkan sebagai orang jahat sekarang muncul sebagai orang baik.

Film ini cocok sebagai tontonan di saat anak-anak sedang libur panjang dan setelah menghadapi tes ulangan. Penuh dengan hiburan dan berakhir dengan happy ending.

No comments:

Post a Comment