Tuesday, 9 February 2016

Review bioskop Cinemaxx WTC


Bioskop Cinemaxx adalah bioskop terbaru yang dimiliki oleh group Lippo. Seperti kita ketahui perbioskopan di Indonesia sudah lebih dulu ada yaitu group XXI yang memiliki 823 layar dan tersebar di 35 kota. Selanjutnya group CGV Blitz yang sebelumnya bernama Blitz Megaplex memiliki 133 layar di 7 kota. Cinemaxx sendiri memiliki 76 layar pada 11 kota. Review ini ditulis berdasarkan saat menonton di Cinemaxx WTC jalan raya Serpong tepatnya di Mall WTC Matahari lantai 3.

Sebenarnya bioskop ini merupakan bioskop bekas group XXI yang sudah habis masa kontraknya. Lalu group Lippo membongkar dan merenovasinya menjadi seperti sekarang ini. Cukup lama proses pembangunannya mungkin hampir satu tahun pengerjaannya.

Pada saat di pintu gerbang tidak begitu tampak bioskop ini namun begitu belok kiri maka akan terlihat lobby yang luas. Hamparan karpet yang tebal dan empuk dengan motif lingkaran warna cream, coklat muda dan coklat tua serta warna dasarnya abu-abu. Terasa mewah dan elegan.

Cinemaxx menerbitkan kartu member yang bisa didapat secara gratis yang berfungsi untuk mengumpulkan poin. Setiap kita membayar tiket atau makanan 1000 rupiah akan mendapat 1 poin. Bila sudah terkumpul banyak bisa ditukar atau redeem, lumayan kan ?

Ada empat buah studio yang dilengkapi dengan system suara Dolby 7.1 Surround. Layar visual sudah menggunakan sistim digital sehingga terlihat terang. Harga tiket untuk hari Senin-kamis yaitu Rp.25.000,- dan hari Jumat adalah Rp.30.000,- serta hari Sabtu-Minggu yaitu Rp.35.000,-

Didalam bioskop deretan kursi diatur kotak empat persegi panjang, lurus seperti bioskop pada umumnya. Jarak kursi dengan kursi depannya agak tinggi sehingga penonton tidak terhalang oleh kepala orang didepannya dan dapat melihat leluasa. Kursi berwarna merah dan agak formal desainnya seperti kursi kantor karena punggung tegak lurus. Busanya terasa empuk. Sandaran agak pendek sehingga kepala orang dapat dilihat dari belakang. Lebar kursi agak kecil dan tidak bisa dibuat santai.

Jam main yang tertera pada jadwal adalah jam dibukanya pintu bioskop. Ada extra film yang diputar lebih dulu kurang lebih 10 menit sehingga film utama diputar setelah itu. Hal ini berbeda dengan bioskop lainnya yaitu jam main adalah jam main film utamanya sehingga pintu dibuka 10 menit sebelumnya untuk memutar extra film.




No comments:

Post a Comment