Saturday, 20 September 2014

Hercules




Hercules
-----------

Legenda Hercules adalah cerita kepahlawanan yang berasal dari Yunani. Hercules merupakan manusia setengah dewa karena ayahnya adalah dewa Zeus dan ibunya adalah manusia biasa. Dewa Hera yang merupakan istri dari dewa Zeus merasa cemburu sehingga memusuhi terus Hercules. Diadaptasi dari buku komik Hercules, The Thracian Wars yang terbit pada tahun 2008 hasil karya Steve Moore dan Admira Wijaya. Wah ada nama yang berbau Indonesia nih. Benar, Admira Wijaya adalah seorang illustrator yang berasala dari Malang, Indonesia.

Cerita yang disajikan dalam film ini berbeda dengan legenda biasanya karena pertarungan dengan makhluk-makhluk aneh tidak disajikan secara utuh melainkan berupa cuplikan-cuplikan singkat. Hanya beberapa saja yang dimunculkan dari dua belas tugas melawan makhluk-makhluk unik antara lain singa Nemea, Hydra, rusa Ceryneia, babi raksasa, burung Stymphalian, banteng Kreta, kuda Diomedes, sabuk Hippolyta, raksasa Geryon, apel Hesperides, anjing berkepala tiga dan membersihkan kandang Augen.

Hercules (Dwayne Johnson) adalah seorang kepala dari sebuah kelompok bayaran yang terdiri dari Amphiaraus (Ian McShane), Autolycus (Rufus Sewell), Atalanta (Ingrid Bolso Berdal), and Tydeus (Aksel Hennie). Suatu hari datang Ergenia yang meminta kepada Hercules untuk menolong ayahnya, raja Cotys dari kerajaan Thrace dari serangan lawan yaitu Rhesus. Imbalan yang diberikan adalah emas seberat tubuh masing-masing sehingga terjadi kesepakatan.

Hercules dkk mengajari dan melatih para penduduk untuk berperang dan menghadapi musuh. Raja Cotys menyerbu desa Bessi walaupun sudah diingatkan oleh Hercules bahwa pasukannya belum siap untuk bertempur. Benar, banyak korban dari sisi raja Cotys akibat pertempuran tersebut. Herculespun kembali melatih mereka agar lebih terampil dan kuat.

Raja Cotys dan pasukan kembali menuju ke gunung Asticus dan mereka melihat dari jauh Centaur manusia berkaki kuda. Padahal itu adalah Rhesus yang sedang menunggang kuda biasa. Terjadi pertarungan antara mereka dan Rhesus berhasil dikalahkan dan dibawa ke kerajaan Thrace untuk ditahan. Ergenia merasa kasihan terhadap Rhesus karena rupanya dia adalah suaminya yang terpaksa memisahkan diri dan melawan ayahnya. Hercules sadar bahwa semua ini diotaki oleh raja Cotys dengan memanfaatkan dirinya. Ergenia meminta Hercules agar membawa anaknya yang bernama Arius agar selamat karena dia adalah pewaris tahta bila raja Cotys meninggal.  

Hercules menghadap raja Cotys dan menyampaikan kekecewaannya tapi raja Cotys malah menginginkan agar dia menjadi panglima perangnya. Hercules tidak mau dan mengundurkan diri dengan membawa emas hasil kerjanya. Namun hati nuraninya berontak untuk kembali ke kerajaan dan membebaskan Rhesus. Ternyata pasukan tentara sudah mengepungnya dan menangkap Hercules dkk. Didalam penjara muncullah raja Eurystheus yang bekerjasama dengan raja Cotys sambil membawa piaraannya berupa tiga ekor serigala. Hercules sadar bahwa waktu dulu dialah orang yang meracuninya sampai pingsan dan serigalanya membunuh istrinya serta anak-anaknya.

Rupa-rupanya karena ambisi raja Cotys yang besar maka Ergeniapun hendak dipancung. Tentu saja Hercules dengan kekuatan yang dimilikinya berhasil meloloskan diri dari rantai yang mengekangnya dan menyelamatkan Ergenia. Terjadi perkelahian antara Hercules dan tiga ekor serigala yang dimenangkan oleh Hercules. Pada akhirnya dia membunuh raja Eurystheus sebagai balas dendamnya.

Hercules dkk hendak pergi meninggalkan kerajaan namun di tangga teras sudah dikepung raja Cotys dan pasukannya termasuk menyandera Arius. Terjadi pertarungan yang pada akhirnya dimenangkan oleh Hercules.

Cerita dalam film ini sederhana sekali dan saking sederhananya tidak ada yang menonjol dalam sisi pendalaman karakter pemerannya. Padahal dengan bintang besar seperti Dwayne Johnson seharusnya bisa dieksplore lebih jauh dan tidak hanya sekedar memamerkan otot-otot tubuhnya. Keramaian dan keriuhan perang tidak digarap secara kolosal sehingga tidak terjadi kehebohan yang bisa membuat penonton merasakan gregetnya. Penggunaan teknologi komputer dalam membuat makhluk-makhluk binatang cukup baik dan terlihat halus namun sayang ditampilkannya hanya sebentar dan sekedar sekedar cuplikan.

Ekspektasi penulis yang besar akan film ini ternyata salah. Nama besar Hercules yang terkenal sebagai legenda manusia setengah dewa ternyata bermain seperti prajurit biasa.

No comments:

Post a Comment